Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Pasir Cara Volume Endapan Ekivalen

Pasir adalah endapan butiran-butiran mineral yang lolos ayakan 4.8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0.075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam PUBI. Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara ekivalen endapan lumpur dalam pasir yang dinyatakan dalam (%) dapat diketahui secara tepat.

Tujuan dilakukan pemeriksaan pasir dengan cara volume endapan ekivalen adalah untuk mengetahui besarnya kadar lumpur dalam pasir tersebut. Jika kadar lumpur dalam pasir melebihi batas 5%, maka pasir tersebut tidak dapat dipakai sebagai agregat halus dalam campuran beton.

Benda uji yang harus disiapkan yaitu :

  1. Pasir sebanyak  450 cc lolos ayakan 0,063 mm
  2. Air (sesuai dengan kebutuhan)

Alat yang digunakan yaitu gelas ukur tak berwarna (transparan) dengan tutup, dengan ukuran 1000 cc.

Langkah-langkah dalam pengujian antara lain :

  1. Isi gelas ukur dengan pasir yang telah disediakan sampai 450 cc kemudian ditambah dengan air sampai 900 cc.
  2. Tutup gelas ukur sampai rapat kemudian dikocok-kocok.
  3. Diamkan selama kurang lebih 1 jam.
  4. Catat berapa cc endapan lumpur yang berada di atas pasir.
  5. Lakukan beberapa kali pengujian untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat

Cara mengetahui kadar lumpur yaitu

Jika didapat volume endapan lumpur 20 cc maka kandungan lumpur yaitu 20 / 10 = 2%

Angka 10 diatas artinya 10 cc endapan lumpur ekivalen (~) dengan 1 % lumpur. Berdasarkan PUBI 1982 Pasal 11 bahwa kandungan lumpur dalam pasir yang lewat ayakan 0,063 mm tidak lebih dari 5 % (Kadar Lumpur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Forum untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau informasi seputar teknik

https://insinyur.id/