Penyebab Kerusakan Bendung dan Cara Mengatasinya

Bangunan bendung atau bangunan pengelak adalah bangunan utama yang benar-benar dibangun didalam air. Bangunan bendung diperlukan untuk memungkinkan dibelokannya air sungai ke jaringan irigasi dengan cara menaikkan muka air sungai atau dengan memperlebar pengambilan didasar sungai seperti pada tipe bendungan saringan sawah (bottom rock weir).

Ada beberapa hal yang dapat merusak struktur bendung antara lain :

1. Piping

Piping adalah bocoran melalui bawah struktur dengan kecepatan yang cukup besar, sehingga berpotensi membawa partikel-partikel tanah. Kerusakan yang terjadi yaitu keroposnya tanah dibawah struktur yang akan mengakibatkan struktur pecah atau hancur.

Usaha untuk menghindar yaitu dengan memperkecil kecepatan aliran piping yang dapat dilakukan dengan cara:

  • Pembuatan lantai muka
  • Pembuatan turap

2. Rusaknya lantai rendah

Kerusakan lantai rendah diakibatkan karena salahnya hitungan atau asumsi. Lantai bisa rusak karena ada turbulensi / olakan (kolk) oleh aliran. Hal ini dapat diatasi dengan hitungan hidrolika yang benar.

3. Pecahnya badan bendung

Pecahnya badan bendung akibat tekanan tarik karena kekeliruan dalam desain yang disebabkan karena resultan gaya yang bekerja terletak diluar teras. Hal ini dapat diatasi dengan dimensi atau bentuk akibat gaya-gaya yang bekerja pada teras.

4. Gerusan pasir / lumpur pada bendung

Untuk mengatasinya diperlukan kekuatan beton yang cukup kuat untuk menahan gerusan air dengan ketebalan tertentu (± 30 cm).

5. Stabilitas

Gangguan stabilitas disebabkan tekanan air yang terlalu besar, untuk itu tekanan air perlu diperkecil dengan cara memecah energi air dimuka bendung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Forum untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau informasi seputar teknik

https://insinyur.id/