Pekerjaan Pemancangan Tiang Pancang

Sebelum dilakukan pemancangan perlu dipersiapkan alat-alat yang akan digunakan. Peralatan- peralatan yang digunakan dalam proses pemancangan adalah :

  • Alat pancang (Crawler Cranedan Hydraulic jump-nya)
  • Mesin las listrik dan kelengkapannya
  • Pesawat ukur seperti theodolit
  • Service crane, keberadaan alat ini tidak mutlak harus ada atau disesuaikan dengan lokasi
  • Unting-unting Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/teknik-pondasi/pekerjaan-pemancangan-tiang-pancang

Pekerjaan Persiapan Pemancangan Tiang Pancang

Posisi titik yang akan dipancang ditentukan dan ditandai terlebih dahulu. Kedudukan tiap-tiap as bangunan pada proyek ditandai pada dinding bagian samping batas proyek dan juga pada patok yang ditancapkan pada tanah. Posisi patok berada padapermukaan tanah agar operasi crawle crane tidak mengganggu patok-patok tersebut. Sedangkan penentuan titik pancang ditentukan oleh taliyang diletakkan di atas tanah dan diukur menggunakan theodolite. Untuk memulai pemancangan maka perlu diadakan persiapan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik. Adapun persiapan adalah sebagai berikut : Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/teknik-pondasi/pekerjaan-persiapan-pemancangan-tiang-pancang

Isu dan Permasalahan Sumber Daya Air di Indonesia

Ada 4 pokok permasalahan sumber daya air di Indonesia yaitu ketahanan pangan, penyediaan air baku untuk rumah tangga, konservasi sumber daya air, dan permasalahan banjir. Berikut adalah penjelasan keempat poin tersebut :

1. KETAHANAN PANGAN

  • — Indonesia masih menjadi negara pengimport beras.
  • — Alih fungsi lahan beririgasi teknis rata-rata 40.000 ha per tahun, bahkan dalam periode 2001 s/d 2003 tercatat 610.590 ha.
  • — Yang terjamin melalui waduk hanya 80.000 ha, selebihnya sangat rentan terhadap kekeringan dan banjir.
  • — Kegagalan panen akibat kekeringan dan banjir di Indonesia, rata-rata 90 ha per tahun. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/rekayasa-sumber-daya-air/isu-dan-permasalahan-sumber-daya-air-di-indonesia

Struktur Kolom

Kolom adalah elemen struktur yang menerima kombinasi beban axial dan lentur (momen). Beban axial yang terjadi berupa tekan, meskipun pada beberapa kasus, kolom bisa menerima beban axial tarik. Dan umumnya terletak vertikal pada bangunan. Biasanya kolom menerima beban momen baik pada satu atau kedua sumbu pada potongan melintang dan momen ini dapat menghasilkan tegangan tarik pada sebagian potongan melintang tersebut.

Fungsi kolom sangat penting bagi struktur gedung, yang apabila terjadi kegagalan pada kolom maka gedung akan runtuh, sedangkan bila kegagalan hanya terjadi pada balok maka gedung belum tentu runtuh. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/struktur-beton/struktur-kolom

Pengendalian Mutu Proyek

Dalam pelaksanaan suatu proyek,dibutuhkan suatu pengendalian, agar proyek yang sedang di kerjakan dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat pada tahap persiapan.dalam pengendalian suatu proyek harus memenuhi persyaratan mutu, yang merupakan sasaran pengelolaan proyek disamping jadwal dan biaya.

Mutu adalah sifat dan karakteristik produk atau jasa yang membuatnya memenuhi kebutuhan pelanggan atau pemakai (customers). Definisi lain untuk mutu yang sering diasosiasikan dengan proyek adalah fitness for use. Istilah ini disamping memiliki arti seperti yang diuraikan diatas, juga memperhatikan masalah tersedianya produk, keandalan, dan masalah pemeliharaan. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/pengelolaan-dan-pengendalian-proyek/pengendalian-mutu-proyek

Perencanaan Pemeliharaan Sungai

Sungai adalah salah satu sumber air yang paling pokok, kapasitas tampung semakin menyusut. Air makin hari makin dibutuhkan oleh masyarakat, kuantitas dan kualitas. Air dirasakan makin sulit didapat, meskipun secara global jumlah air relatif sama. Upaya pengendalian dan perlindungan sungai sudah dimulai cukup lama dilakukan, namun belum seimbang dengan kebutuhannya. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/rekayasa-sumber-daya-air/perencanaan-pemeliharaan-sungai

Pengolahan Jaringan Irigasi dan Permasalahannya

Pengolahan jaringan irigasi muncul sebagai akibat dari beberapa hal antara lain
  • Pesatnya perkembangan penduduk dan industri (terutama di Jawa).
  • Keseimbangan antara pengendalian dan pemanfaatan air menjadi terganggu.
  • Ketersediaan air menurun, kebutuhan naik.
  • Gangguan pada catchment area.
  • Meningkatnya erosi (kandungan lumpur di sungai). Terjadi pendangkalan sehingga intake terganggu
  • Peningkatan usaha intensifikasi pertanian dan diversifikasi tanaman.
  • Adanya dukungan penyedia air sesuai WARUNG JAMU (Waktu Ruang Jumlah dan Mutu) Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/bangunan-air/pengolahan-jaringan-irigasi-dan-permasalahannya

PAHS dan SKKNI Jalan dan Jembatan

PAHS (Panduan Analisis Harga Satuan)

Menetapkan langkah-langkah menghitung harga satuan dasar (HSD) :

  1. Bahan
  2. Alat
  3. Tenaga Kerja

Serta, Harga Satuan Pekerjaan (HPS) biaya Penanganan Pekerjaan Jalan dan Jembatan.Penanganan pekerjaan jalan dan jembatan disini meliputi pemeliharaan dan pembangunan. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/estimasi-biaya-konstruksi/pahs-dan-skkni-jalan-dan-jembatan

Baja Ringan

Baja adalah logam yang kuat dan tidak mudah berkarat. Baja digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan berbagai macam barang kebutuhan manusia seperti peralatan rumah tangga sampai pembuatan bahan untuk sebuah bangunan. Baja untuk konstruksi sebuah bangunan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Saat ini baja untuk konstruksi atap berupa baja ringan.

Baja ringan dipilih untuk konstruksi bangunan, misalnya rangka atap (penyangga atap) karena meskipun tipis dan ringan tetapi mempunyai kekuatan yang besar untuk menahan beban dan tidak mudah berkarat. Rangka bangunan misalnya rumah bertingkat, hotel, apartemen dan jembatan, tentu memerlukan rangka yang mempunyai kekuatan yang dapat menahan beban yang besar secara terus menerus. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/struktur-baja/baja-ringan

Inti Sari UU No. 7 Tahun 2004 Tentang SDA (5 Pilar RSDA)

A. KONSERVASI

Tujuan : Menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung dan fungsi.

1. Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air

Tujuan : Melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan  oleh alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Kegiatan : Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/rekayasa-sumber-daya-air/inti-sari-uu-no-7-tahun-2004-tentang-sda-5-pilar-rsda

Memanen Air Hujan Dengan Membangun Embung atau Waduk Kecil

Memanen air hujan atau dikenal dengan Rainwater Harvesting merupakan upaya pemanfaatan air hujan yang telah lama digunakan oleh nenek moyang, karena distribusi ketersediaan air yang tidak merata baik sebagai fungsi ruang maupun waktu.

Air hujan memiliki kualitas yang cukup baik, dengan pH netral, bebas dari polutan, kadar garam, mineral dan bahan-bahan polutan lain.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari Memanen Air Hujan adalah diantaranya

  • Air diperoleh secara bebas, tanpa membayar (gratis), biaya yang dikeluarkan hanya untuk pengumpulan dan pemanfaatan.
  • Pengguna air biasanya dekat dengan lokasi pemanen, sehingga dapat mengurangi kompleksitas (biaya, maupun sistem) distribusi air.
  • Pemanfaatan air hujan dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan air tanah.
  • Memanen air hujan dapat mengurangi biaya penggunaan air, misal pelanggan PDAM Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/rekayasa-sumber-daya-air/memanen-air-hujan-dengan-membangun-embung-atau-waduk-kecil

Bagian-bagian Bangunan Irigasi

Perkembangan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan area pertanahan semakin menyempit. Akibatnya saat musim penghujan datang, kemampuan tanah dalam menyerap air menjadi semakin berkurang, kemudian menyebabkan air meluap dan banjir terutama di kota-kota besar. Maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur proses hidrologi agar menjadi kembali seimbang. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/bangunan-air/bagian-bagian-bangunan-irigasi

Mobilisasi dan Demobilisasi Proyek

Mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah kegiatan mendatangkan ke lokasi (mobilisasi) dan mengembalikan (demobilisasi) alat-alat proyek sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen lelang dengan menggunakan alat angkutan darat (trailer / truck besar) atau alat angkut air (ponton). Contoh aplikasi mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah pekerjaan konstruksi. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/pengelolaan-dan-pengendalian-proyek/mobilisasi-dan-demobilisasi-proyek

Portal Proyek Pengembangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Ada 3 tahap dalam pelaksanaan proyek antara lain :

  1. Tahap Pra Konstruksi
  2. Tahap Konstruksi
  3. Tahap Operasional Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/pengelolaan-dan-pengendalian-proyek/portal-proyek-pengembangan-uin-sunan-kalijaga-yogyakarta

Komponen Penyusun Rel Kereta Api

Setelah lapisan landasan sebagai pondasi jalan rel KA selesai dibangun, tahap berikutnya adalah membangun trek rel KA. Perlu diketahui bahwa pada setiap komponen mempengaruhi kualitas rel KA itu sendiri. Gambar di bawah ini adalah skema konstruksi jalan rel KA beserta komponen-komponennya. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/teknik-lalulintas/komponen-penyusun-rel-kereta-api

Older posts «

» Newer posts