Metode Instalasi Plumbing

Plumbing adalah sebuah teknologi pemipaan beserta peralatannya untuk menyediakan air bersih, baik dalam sisi kualitas maupun kuantitas (kontiniuitas) yang memenuhi kriteria tertentu dan juga meliputi sistem pembuangan air bekas atau kotor dari suatu tempat tertentu untuk mencapai sebuah kondisi yang higienis dan nyaman.

Metode instalasi plumbing adalah suatu hal yang wajib seorang kontraktor ketahui, karena plumbing merupakan salah satu unsur terpenting dalam sebuah bangunan. Pemasangan plumbing perlu dilakukan secara sistematis dan cermat agar kebutuhan penghuni bangunan atas air dapat terpenuhi dengan baik secara kontinu. Beberapa tahap penting yang dilakukan dalam instalasi plumbing adalah : Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/utilitas-gedung/metode-instalasi-plumbing

Indeks Kepipihan Dan Kelonjongan Agregat

Pada batuan alam maupun hasil crushing plant terdapat fraksi-fraksi agregat yang memiliki berbagai macam bentuk. British Standard Institution (BSI-1975) membagi bentuk-bentuk agregat dalam 6 (enam) kategori, yaitu :

  1. Bulat (rounded)
  2. Tidak beraturan (irregular)
  3. Bersudut (angular)
  4. Pipih (flaky)
  5. Lonjong (elongated) Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/perkerasan-jalan-raya/indeks-kepipihan-dan-kelonjongan-agregat

Titik Lembek Aspal dan Ter

Aspal merupakan material termoplastik yang secara bertahap dapat mencair sesuai dengan pertambahan suhu, hal sebaliknya juga berlaku jika terjadi pengurangan suhu. Namun demikian, respon aspal terhadap perubahan suhu sangat bergantung pada komposisi unsur-unsur pembentuk aspal itu sendiri. Pelembekan (softening) bahan-bahan aspal dan ter tidak terjadi dengan sekejap pada suhu tertentu, tapi lebih merupakan perubahan gradual seiring pertambahan suhu. Titik lembek juga menjadi suatu batasan dalam penggolongan aspal dan ter. Titik lembek merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dalam membangun kontruksi jalan. Titik lembek seharusnya lebih tinggi daripada suhu permukaaan jalan. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/perkerasan-jalan-raya/titik-lembek-aspal-dan-ter

Sistem Klasifikasi Tanah AASHTO dan USCS

Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang terbentuk dari mineral dan bahan organik. Tanah memegang peranan yang vital bagi seluruh kehidupan di bumi ini karena tanah tanah mendukung kehidupan tumbuhan sebagai penyokong unsur hara dan air serta menjadi penopang bagi akar. Struktur tanah yang berongga (void) merupakan tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan bertumbuh. Tanah juga sering digunakan sebagai habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/teknik-pondasi/sistem-klasifikasi-tanah-aashto-dan-uscs

Pengujian Penetrasi Bahan Bitumen

Pengujian penetrasi bahan bitumen bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan aspal yang dinyatakan dalam masuknya jarum dengan beban tertentu pada suatu selang waktu tertentu dalam suhu kamar. Tingkat kekerasan ini disebut sebagai angka penetrasi dan dijadikan acuan untuk klasifikasi aspal.

Bahan bitumen adalah material termoplastik yang secara bertahap mencair, sesuai dengan pertambahan suhu dan berlaku sebaliknya dengan pengurangan suhu. Meskipun demikian, perilaku dari material bahan bitumen berbeda-beda tergantung dari komposisi unsur-unsur penyusunnya. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/perkerasan-jalan-raya/pengujian-penetrasi-bahan-bitumen

Pengujian Daktilitas Bahan Bitumen

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kekenyalan aspal. Kekenyalan aspal dapat dinyatakan dengan panjang pemuluran aspal yang dapat tercapai hingga sebelum putus. Nilai daktilitas tidak dapat  menyatakan kekuatan tarik aspal.

Sifat reologis daktilitas digunakan untuk mengetahui ketahanan aspal terhadap retak dalam penggunaanya sebagai lapisan perkerasan. Aspal yang memiliki daktilitas yang rendah akan mengalami retak-retak dalam penggunaannya karena lapisan perkerasan mengalami perubahan suhu agak tinggi. Oleh sebab itu aspal perlu memiliki daktilitas yang cukup tinggi. Read the rest of this entry »

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/perkerasan-jalan-raya/pengujian-daktilitas-bahan-bitumen

Older posts «

» Newer posts