«

»

Print this Post

Istilah di Proyek Jalan Raya

Di dalam sebuah proyek pembangunan jalan raya, banyak kita jumpai istilah-istilah yang berhubungan dengan pekerjaan jalan. Sebelum terjun langsung ke lapangan atau ke lokasi sebuah proyek, kita harus memahami istilah-istilah berikut ini :

Mobilisasi

Mobilisasi adalah mendatangkan alat-alat berat dan material pada awal pengerjaan proyek

Pembersihan Lapangan

Pekerjaan pembersihan terdiri dari pembersihan dari segala macam tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon, semak-semak, dan tanaman lain yang mengganggu dan pencabutan akar-akar, sisa-sisa konstruksi dan sisa-sisa material dari pekerjaan pembersihan sehubungan dengan persiapan pelaksanaan pekerjaan berikutnya.

Galian Tanah

Galian tanah biasa, harus mencakup semua galian yang bukan galian batu, galian untuk konstruksi, atau galian materi / bahan baku. Pembongkaran dan pembuangan material-material yang tidak diinginkan, bila owner menghendaki, kontraktor harus membongkar material yang tidak diinginkan dalam pekerjaan badan jalan ketempat lain. Bila material yang tidak diinginkan itu memang harus dibuang, tanah yang digunakan untuk menimbun kembali sebagai gantinya harus dipadatkan setiap tebal 15 cm.

Tanggul

Tujuan utama tanggul adalah untuk mencegah banjir di dataran yang dilindunginya. Bagaimanapun, tanggul juga mengungkung aliran air sungai, menghasilkan aliran yang lebih cepat dan muka air yang lebih tinggi. Tanggul juga dapat ditemukan di sepanjang pantai, dimana gumuk / gundukan pasir pantainya tidak cukup kuat, di sepanjang sungai untuk melindungi dari banjir, di sepanjang danau atau polder. Tanggul juga dibuat untuk tujuan empoldering / membentuk batasan perlindungan untuk suatu area yang tergenang serta suatu perlindungan militer.

Tanggul bisa jadi hasil pekerjaan tanah yang permanen atau hanya konstruksi darurat, biasanya terbuat dari kantong pasir sehingga dapat dibangun secara cepat saat banjir.

Drainase

Drainase yang berasal dari kata to drain yang berarti mengeringkan atau mengalirkan air drainase, merupakan suatu sistem pembuangan air bersih dan air limbah dari daerah pemukiman, industri, pertanian, badan jalan dan permukaan perkerasan lainnya, serta berupa penyaluran kelebihan air pada umumnya, baik berupa air hujan, air limbah maupun air kotor lainnya yang keluar dari kawasan yang bersangkutan baik di atas maupun di bawah permukaan tanah ke badan air atau ke bangunan resapan buatan.

Timbunan

Material untuk timbunan yang didapat dengan jenis yang disetujui oleh owner, akan diurug pada lapisan-lapisan horizontal dengan tebal yang sama meliputi tebal yang akan ditentukan oleh owner dan sesuai dengan kedudukan, kemiringan penampang melintang dan ukuran seperti yang tercantum pada gambar rencana. Lapisan dari material lepas selain dari material batu-batuan, tebalnya tidak boleh lebih dari 20 cm, sampai pada kepadatan yang merata untuk seluruh tebalnya.

Gorong-gorong

Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran), di bawah jalan, atau jalan kereta api. Gorong-gorong juga digunakan sebagai jembatan ukuran kecil, digunakan untuk mengalirkan sungai kecil atau sebagai bagian drainase ataupun selokan jalan.

Pemadatan Tanah

Pemadatan merupakan suatu proses dimana partikel-partikel tanah diatur kembali dan dikemas menjadi bentuk yang padat dengan bantuan peralatan mekanis dan bertujuan untuk mengurangi porositas tanah sehingga memperbesar berat isi kering tanah tersebut. Proses pemadatan berbeda dengan proses konsolidasi dimana konsolidasi merupakan pengurangan volume akibat suatu pembebanan yang lama, sedangkan pemadatan merupakan proses pengurangan pori-pori tanah akibat pembebanan yang singkat.

Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course)

Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas. Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah dasar. Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi. Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan. Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.

Lapisan Pondasi Atas (Base Course)

Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya, bantalan terhadap lapisan permukaan. Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban-beban roda. Dalam penentuan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain, kecukupan bahan setempat, harga, volume pekerjaan dan jarak angkut bahan ke lapangan

Pembesian / Penulangan

Pekerjaan pembesian merupakan bagian dari pekerjaan struktur. Pekerjaan ini memegang peranan penting dari aspek kualitas pelaksanaan mengingat fungsi besi tulangan yang penting dalam kekuatan struktur pada sebuah bangunan

Tahu Beton

Tahu beton adalah beton biasa (biasanya pasir + semen saja) yang ukurannya 3 cm x 4 cm dengan tebal 2 cm seperti tahu. Tahu beton ini biasanya diletakkan dibawah pembesian pada saat pekerjaan beton bertulang. Fungsinya agar besi tidak langsung menyentuh papan mal / bekisting sehingga besi / baja tulangan tidak kelihatan dan terhindar dari karat / korosi pada saat mal / bekisting dibuka.

Bekisting

Suatu konstruksi pembantu yang bersifat sementara yang merupakan cetakan / mal  ( beserta pelengkapnya ) pada bagian samping dan bawah dari suatu konstruksi beton yang dikehendaki. Syarat bekisting antara lain kuat, kokoh / stabil, tidak bocor, mudah dibongkar, ekonomis, bersih.

Lapis Perkerasan Plat Beton

Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku, terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar. Dalam konstruksi perkerasan kaku, plat beton sering disebut sebagai lapis pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan.

Lapisan Resap Pengikat (Prime Coat)

Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coating) terdiri dari pekerjaan-pekerjaan membersihkan permukaan lapis pondasi bawah atau lapis pondasi atas yang belum beraspal serta lapis tanah dasar yang telah selesai dikerjakan, dan memberikan lapisan aspal tipis diatasnya.

Bahu Jalan

Bahu jalan adalah bagian tepi jalan yang dipergunakan sebagai tempat untuk kendaraan yang mengalami kerusakan berhenti atau digunakan oleh kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, polisi yang sedang menuju tempat yang memerlukan bantuan darurat ketika lalu lintas jalan sedang padat.

Selain itu bahu jalan juga digunakan sebagai tempat menghindar dari kecelakaan lalu lintas terutama pada jalan yang tidak dipisah dengan median jalan, khususnya pada saat ada kendaraan yang menyalib tetapi kemudian dari arah yang berlawanan datang kendaraan, sehingga kendaraan yang datang dari depan bisa menghindar dan masuk bahu jalan. Oleh karena itu konstuksi bahu jalan tidak boleh berbeda ketinggian dari badan jalan.

Rambu Jalan

Rambu lalu lintas adalah salah satu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan / atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Agar rambu dapat terlihat baik siang ataupun malam atau pada waktu hujan maka bahan harus terbuat dari material yang reflektif (memantulkan cahaya).

Marka Jalan

Marka jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong serta lambang lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas.

Demobilisasi

Membersihkan lokasi proyek dari sisa-sisa material dan proses pengembalian alat berat

Geotekstil

Geotekstil adalah lembaran sintesis yang tipis, fleksibel, permeable yang digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah dikaitkan dengan pekerjaan teknik sipil. Pemanfaatan geotekstil merupakan cara modern dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak.

Penanaman Pohon

Penanaman pohon bertujuan atau berfungsi sebagai jalur tanaman / jalur hijau yang penempatan tanaman serta elemen lansekap lainnya di dalam DAMIJA maupun DAWASJA. Fungsi dari pohon itu sendiri adalah memberikan keteduhan dan penahanan silau cahaya matahari bagi pejalan kaki serta dapat menyerap polusi udara dan mengurangi kebisingan.

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/perkerasan-jalan-raya/istilah-di-proyek-jalan-raya

Forum Teknik Sipil dan Arsitektur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,912 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>