Titik Lembek Aspal dan Ter

Aspal merupakan material termoplastik yang secara bertahap dapat mencair sesuai dengan pertambahan suhu, hal sebaliknya juga berlaku jika terjadi pengurangan suhu. Namun demikian, respon aspal terhadap perubahan suhu sangat bergantung pada komposisi unsur-unsur pembentuk aspal itu sendiri. Pelembekan (softening) bahan-bahan aspal dan ter tidak terjadi dengan sekejap pada suhu tertentu, tapi lebih merupakan perubahan gradual seiring pertambahan suhu. Titik lembek juga menjadi suatu batasan dalam penggolongan aspal dan ter. Titik lembek merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dalam membangun kontruksi jalan. Titik lembek seharusnya lebih tinggi daripada suhu permukaaan jalan.

Titik lembek adalah besarnya suhu dimana aspal atau ter mancapai derajat kelembekan (mulai meleleh) dibawah kondisi spesifik dari tes. Titik lembek juga dapat diartikan sebagai suatu suhu pada saat bola baja, dengan berat tertentu, mendesak turun suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan dalam cincin berukuran tertentu, sehingga aspal atau ter tersebut menyentuh plat dasar yang terletak dibawah cincin pada tinggi tertentu, akibat pemanasan tertentu. Spesifikasi Bina Marga tentang titik lembek untuk aspal keras PEN 40 (Ring and Ball Test) adalah 51oC (minimum) dan 63oC (maksimum), sedangkan untuk PEN 60 adalah minimum 48oC dan maksimum 58oC. Mengingat pentingnya penentuan titik lembek dalam perkerasan jalan, maka titik lembek menjadi salah satu faktor penentu spesifikasi aspal dan ter. Titik lembek seharusnya lebih tinggi dari suhu permukaan jalan sehingga aspal tidak akan meleleh dan merusak konstruksi yang ada.

Titik lembek aspal berkisar antara 30–200oC, artinya masih ada nilai-nilai titik lembek yang hampir sama dengan suhu jalan pada umumnya. Sehingga diperlukan usaha tertentu untuk mempertinggi titik lembek aspal, misalnya dengan menggunakan filter terhadap campuran beraspal.

Titik Lembek Aspal dan Ter

Metoda Ring and Ball adalah metoda yang umumnya digunakan pada bahan aspal dan ter untuk mengukur titik lembek bahan semi solid sampai solid. Pada percobaan untuk menentukan titik lembek aspal atau ter, penambahan suhu hendaknya berlangsung secara gradual dalam jenjang yang halus. Dalam percobaan ini, titik lembek ditunjukkan dengan suhu pada saat bola baja (dengan berat tertentu) mendesak turunnya suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan di dalam cincin (berukuran tertentu), sehingga aspal atau ter tersebut menyentuh pelat dasar yang terletak pada tinggi tertentu. Adapun proses ini terjadi sebagai akibat kecepatan pemanasan. Metode ini dilakukan untuk mengetahui suhu ketika aspal dan ter mulai lembek. Dalam metode ini, titik lembek aspal dapat diketahui dengan menggunakan alat Ring and Ball. Data yang akan diperoleh dari metode  ini akan menjadi acuan di lapangan atas kemampuan aspal serta ter untuk menahan suhu permukaan yang terjadi agar tidak lembek dan akhirnya akan mengurangi daya lekatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Forum untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau informasi seputar teknik

https://insinyur.id/