«

»

Print this Post

Perencanaan Pemeliharaan Sungai

Sungai adalah salah satu sumber air yang paling pokok, kapasitas tampung semakin menyusut. Air makin hari makin dibutuhkan oleh masyarakat, kuantitas dan kualitas. Air dirasakan makin sulit didapat, meskipun secara global jumlah air relatif sama. Upaya pengendalian dan perlindungan sungai sudah dimulai cukup lama dilakukan, namun belum seimbang dengan kebutuhannya.

Dasar undang-undang yang digunakan adalah

  • UU No. 7 – 2004 tentang SDA
  • UU No. 32 – 2004 tentang Pemerintah Daerah
  • PP No. 22 – 1982 tentang Tata Pengaturan Air
  • PP No. 35 – 1991 tentang Sungai
  • PP No. 38 – 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemda Prov. dan Pemda Kab./kota
  • PP No. 42 – 2008 tentang PSDA
  • Keppres No. 32 – 1990 tentang Kawasan Lindung
  • Perda Prov. Jateng No. 11 – 2004 tentang Garis Sempadan
  • Kepmen PU No. 456/KPTS/1986 tentang Ketentuan Pengamanan Sungai dalam hubungan dengan Penambangan Bahan Galian Golongan C
  • Permen PU No. 58/PRT/1989 tentang penyelenggaraan Pembinaan Teknis dan Pengawasan Teknis Bidang PU Kepada Dinas PU
  • Permen PU No. 49/PRT/1990 tentang Tata cara dan Persyaratan Ijin menggunakan Air atau Sumber Air
  • Permen PU No. 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai
  • Permen PU No. 11A/PRT/2000 tentang Kriteria Pembagian WS

Beberapa istilah yang sering dijumpai antara lain :

  • Saluran banjir / banjir kanal / floodway adalah alur yang dibangun untuk digunakan mengalirkan air banjir, pengalihan air biasanya menggunakan suatu bangunan pengontrol banjir (memakai pintu, bendung, dst).
  • Point bar (endapan) adalah suatu timbunan tanah aluvial yang berada dialur sungai, terdiri dari pasir, krikil, hampir tanpa ada tanaman penutup diatasnya, biasanya ditemukan ditikungan dalam suatu belokan alur sungai.
  • Sudetan adalah alur sungai buatan untuk memperpendek atau mengalihkan lintasan aliran sungai (bisa berakhir pada sungai yang sama, pada sungai lain ataupun bermuara di laut).
  • Pemeliharaan sungai dan bangunannya adalah kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan untuk menjaga fungsi alur sungai serta bangunannya agar tetap sesuai dengan kapasitas rencananya.
  • Program pemeliharaan, berupa suatu jadwal kegiatan yang diatur secara sistematis dengan tujuan kegiatan pemeliharaan berada dalam suatu sistem yang mendasar.

Kriteria sungai yang harus mendapatkan pemeliharaan antara lain :

  • Sungai yang sudah berfungsi sebagai sumber daya air yang berfungsi sosial, ekonomi dan lingkungan.
  • Sungai yang telah menimbulkan masalah banjir, perlu upaya dan usaha pengamatan.

Jenis-jenis pemeliharaan sungai :

1. Pemeliharaan Prefentif

  • Pemeliharaan rutin
  • Pemeliharaan berkala
  • Perbaikan

2. Pemeliharaan Korektif

  • Pemeliharaan Khusus
  • Rehabilitasi Bangunan Sungai
  • Rektifikasi Bangunan Sungai

3. Pemeliharaan Darurat

4. Perbaikan Kecil

Pengendalian Sungai

Ancaman bahaya yang berasal dari sistem sungai akibat dari kekuatan alam antara lain banjir, banjir lahar, erosi dan atau pendangkalan pada dasar palung sungai serta erosi tebing palung sungai yang mempengaruhi morfologi sungai atau gerusan lokal pada bangunan-bangunan sungai.

Ancaman bahaya yang berasal dari sistem sungai akibat dari ulah manusia, antara lain penambangan secara berlebihan bahan galian golongan C, kegiatan transportasi air di palung sungai atau di daerah manfaat sungai, yang pada sungai aluvial akan mengganggu.

Ancaman bahaya yang berasal dari kombinasi kekuatan alam dan ulah manusia, akan berdampak jauh lebih parah.

Pelaksanaan Pemeliharaan Sungai

Tujuan dari pemeliharaan sungai adalah agar fungsi SDA dipertahankan dan upaya pengamanan sungai berjalan baik. Pemeliharaan sungai mencakup pemeliharaan terhadap komponen sumber daya alam dan sumber daya buatan.

Kegiatan pemeliharaan sungai dibagi menjadi dua yaitu pemeliharaan secara non fisik dan secara fisik.

1. Pemeliharaan sungai secara non fisik

Perlindungan sungai meliputi :

  • Upaya penyelamatan tanah dan air melalui konservasi
  • Upaya pencegahan / mitigasi terhadap pencemaran air
  • Pengawasan terhadap penggunaan lahan

Pengendalian sungai meliputi :

  • Kegiatan terhadap komponen sumber daya alam pembinaan, pengaturan, pengawasan terhadap banjir, penambangan galian golongan C, penggunaan DMS
  • Kegiatan terhadap komponen sumber daya buatan

2. Pemeliharaan sungai secara fisik

Kegiatan fisik terhadap komponen sumber daya alam meliputi :

  • Pengamanan mata air
  • Pengamanan palung sungai
  • Pengamanan secara vegetatif

Kegiatan fisik terhadap sumber daya buatan meliputi :

  • Pengamanan bangunan sungai
  • Pengamanan lahan bantaran
  • Pengamanan terhadap kualitas bangunan

Siklus pemeliharaan sungai meliputi :

  • Perencanaan,
  • Pelaksanaan,
  • Pengamatan,
  • Pemantauan,
  • Evaluasi.

Jenis pemeliharaan sungai antara lain :

1. Pemeliharaan Preventif

Jenis pemeliharaan preventif dibagi menjadi beberapa bagian yaitu

  • Pemeliharaan Rutin
  • Pemeliharaan Berkala
  • Reparasi / Perbaikan Ringan

2. Pemeliharaan Korektif

Yaitu pemeliharaan bangunan tanpa mengubah tujuan dan tingkat layanan. Jenis pemeliharaan korektif jika terjadi hal-hal berikut :

  • Kondisi struktur bangunan rusak sehingga nilai kinerja < 70 %
  • Pemeliharaan rutin tidak efektif lagi
  • Pengembalian fungsi bangunan
  • Kebutuhan pemeliharaan atas dasar perencanaan struktur, analisa khusus

3. Pemeliharaan Darurat

Pemeliharaan darurat dilakukan pada saat yang mendesak. Pemeliharaan darurat dilakukan pada saat :

  • Pada bangunan yang mengalami perubahan
  • Pada waktu dan setelah banjir
  • Mutu hasil kerja darurat

Perencanaan Pemeliharaan Sungai

Beberapa hal yang harus disiapkan dalam perencanaan pemeliharaan sungai adalah

1. Data pendukung utama

  • Semua dokumen perencanaan : seperti laporan-laporan perencanaan dan perencanaan teknis, gambar rencana / desain ;
  • Metode Pelaksanaan ;
  • Gambar Pelaksanaan atau CD ;
  • Gambar Akhir Pelaksanaan (As Built Drawing) ;
  • Data-data hasil survey dan investigasi dan data-data lain yang terkait ;
  • Data inventarisasi kondisi sungai dan bangunan sungai yang ada ;
  • Data inventarisasi potensi sungai yang ada ;
  • Data inventarisasi fungsi / manfaat sungai.

2. Data hasil pengamatan / pemantauan sungai

  • Perubahan alignment alur sungai yang membahayakan lingkungan.
  • Perubahan pada penampang normal palung sungai.
  • Penemuan kinerja bangunan-bangunan sungai.
  • Tanda-tanda dan gejala kerusakan pada bangunan-bangunan sungai (tanggul, krib, dan lain-lain)
  • Hambatan yang mengganggu jalannya air banjir.
  • Pengamanan daerah sempadan sungai.
  • Aspek-aspek non fisik yang berkaitan dengan masyarakat, ancaman bahaya (dari dalam dan luar sistem sungai) dan lingkungan sungai.

3. Data hasil evaluasi

  • Aspek Teknik
  • Aspek Non Teknik
  • Aspek Biaya, dll

4. Perencanaan

  • Perencanaan alignment (as) alur sungai yang meliputi jari-jari belokan dan luas tampang basah
  • Perencanaan bangunan sungai yang meliputi tanggul tanah / pasangan, krib beton / bronjong, pintu banjir, flood way / saluran banjir

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/rekayasa-sumber-daya-air/perencanaan-pemeliharaan-sungai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

8,657 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>