Geser Lentur Balok

Perencanaan penampang terhadap geser harus didasarkan pada Vu ≤ Φ Vn. Vu adalah gaya geser terfaktor pada penampang yang ditinjau dan Vn adalah kuat geser nominal yang dihitung dari Vn = Vc + Vs. Vc adalah kuat geser nominal yang disumbangkan oleh beton sedangkan Vs adalah kuat geser nominal yang disumbangkan oleh tulangan geser.

Nilai kuat tekan beton yang disyaratkan dibatasi dengan :

Nilai yang lebih besar ketentuan diatas diperbolehkan pada beton pratekan dan kontruksi pelat rusuk. Gaya geser terfaktor maksimum Vu pada tumpuan dapat dihitung menurut Gambar dibawah ini dengan ketentuan-ketentuan khusus yang diatur di dalam SNI.

Untuk komponen struktur non-pratekan, penampang yang jaraknya kurang daripada d dari muka tumpuan boleh direncanakan terhadap gaya geser Vu yang nilainya sama dengan gaya geser yang dihitung pada titik sejarak d.

1. Kuat Geser Yang Disumbangkan Beton (Vc)

  • Untuk komponen struktur yang hanya dibebani oleh geser dan lentur berlaku

  • Untuk komponen struktur yang mengalami gaya tarik aksial yang besar

  • Untuk komponen struktur yang dibebani tekan aksial

2. Kuat Geser Yang Disumbangkan Oleh Tulangan Geser (Vs)

Tulangan geser dapat terdiri dari :
  • sengkang yang tegak lurus terhadap sumbu aksial komponen struktur,
  • jaring kawat baja las dengan kawat-kawat yang dipasang tegak lurus terhadap sumbu aksial komponen struktur,
  • spiral, sengkang ikat bundar atau persegi.
Untuk komponen struktur non-pratekan, tulangan geser dapat juga terdiri dari :
  • sengkang yang membuat sudut 45° atau lebih terhadap tulangan tarik longitudinal.
  • tulangan longitudinal dengan bagian yang dibengkokkan untuk membuat sudut sebesar 30° atau lebih terhadap tulangan tarik longitudinal.
  • kombinasi dari sengkang dan tulangan longitudinal yang dibengkokkan
  • spiral

Vs > Vn – Vc

Bila digunakan tulangan geser yang tegak lurus terhadap sumbu aksial komponen struktur, maka :

Bila tulangan geser digunakan sengkang miring, maka :
Kuat geser Vs tidak boleh diambil lebih dari :

3. Tulangan Geser minimum (Vs min)

Bila Vu > 0,5 Φ Vc maka harus dipasang tulangan geser minimum. Luas tulangan geser minimum untuk komponen struktur pratekan dan non pratekan harus dihitung dari :

Tapi nilai Av tidak boleh kurang dari :

Kuat leleh fy rencana tulangan geser tidak boleh diambil lebih daripada 400 MPa, kecuali untuk jaring kawat baja las, kuat leleh rencananya tidak boleh lebih daripada 550 MPa.

4. Spasi tulangan Geser

Spasi tulangan geser yang dipasang tegak lurus terhadap sumbu aksial komponen struktur tidak boleh melebihi d/2 untuk komponen struktur non-pratekan dan (3/4)h untuk komponen struktur pratekan atau 600 mm.

Bila Vs melebihi :

maka spasi maksimum yang diberikan harus dikurangi setengahnya.

5. Kait standar

Pembengkokan tulangan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1) Bengkokan 180-derajat ditambah perpanjangan 4db dengan minimum 60 mm pada ujung bebas kait.
2) Bengkokan 90-derajat ditambah perpanjangan 12db pada ujung bebas kait.
3) Untuk sengkang dan kait pengikat *)
  • Batang D-16 dan yang lebih kecil, bengkokan 90 derajat ditambah perpanjangan 6db pada ujung bebas kait, atau
  • Batang D-19, D-22, dan D-25, bengkokan 90 derajat ditambah perpanjangan 12db pada ujung bebas kait, atau
  • Batang D-25 dan yang lebih kecil, bengkokan 135 derajat ditambah perpanjangan 6db pada ujung bebas kait.

*) Untuk sengkang pengikat tertutup yang didefinisikan sebagai sengkang tertutup, suatu bengkokan 135 derajat ditambah dengan suatu perpanjangan paling sedikit 6db namun tidak kurang daripada 75 mm.

Jenis Momen Puntir

Pengaruh puntir dapat diabaikan bila nilai momen puntir terfaktor Tu besarnya kurang daripada :

Untuk komponen struktur non-pratekan :
Untuk komponen struktur pratekan :
Spasi antara tulangan-tulangan longitudinal kolom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Forum untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau informasi seputar teknik

https://insinyur.id/