«

»

Print this Post

Analisa Kebutuhan Parkir

Parkir adalah suatu keadaan dimana kendaraan tidak bergerak dalam jangka waktu tertentu (tidak bersifat sementara) → PP No.43 thn 1993.

Identifikasi Masalah Parkir

Berdasarkan jenis moda angkutan
1. Parkir Kendaraan Bermotor
  • Kendaraan roda 2
  • Kendaraan roda 4 (mobil penumpang)
  • Bus / Truk
2. Parkir Kendaraan Tidak Bermotor
  • Becak
Berdasarkan lokasi parkir
1. Parkir di badan jalan (On-street Parking)

2. Parkir di luar badan jalan (Off-street Parking)

Permasalahan Parkir

Aktifitas suatu pusat kegiatan akan menimbulkan aktifitas parkir kendaraan yang berpotensi menimbulkan masalah antara lain :
  1. Bangkitan tidak tertampung oleh fasilitas parkir di luar badan jalan yang tersedia, sehingga meluap ke badan jalan. Luapan parkir di badan jalan akan mengakibatkan gangguan kelancaran arus lalulintas.
  2. Tidak tersedianya fasilitas parkir di luar badan jalan sehingga bangkitan parkir secara otomatis memanfaatkan badan jalan untuk parkir.
  3. Pasar, penyediaan dan pengaturan parkir belum memadai sehingga pada jam puncak pagi hari umumnya menimbulkan masalah terhadap kelancaran arus lalulintas.
  4. Kompleks Pertokoan/Perdagangan, pada saat jam puncak menimbulkan permasalahan karena kapasitas jalan berkurang dengan adanya aktifitas parkir pengunjung.
  5. Kompleks Sekolah, parkir kendaraan penjemput anak sekolah sering menimbulkan masalah terhadap kelancaran arus lalulintas karena tidak tersedia fasilitas parkir dan pengaturan parkir di badan jalan yang belum baik.
  6. Kompleks Perkantoran, umumnya sudah menyediakan fasilitas parkir, namun ada kantor-kantor tertentu yang bangkitan parkirnya cukup besar, sehingga tidak tertampung oleh fasilitas yang ada.
  7. Tempat Ibadah, umumnya tidak tersedia fasilitas parkir untuk kendaraan roda 4 yang memadai sehingga pada hari-hari tertentu sering terjadi lonjakan bangkitan parkir yang besar sehingga tidak tertampung oleh fasilitas parkir yang ada (bersifat insidental).
  8. Pemukiman, umumnya tidak tersedia fasilitas parkir untuk tamu sehingga menimbulkan bangkitan parkir di badan jalan.

Penanganan Masalah Parkir

  1. Kajian terhadap besarnya permintaan parkir (Parking Demand)
  2. Kajian terhadap besarnya penyediaan fasilitas parkir (Parking Supply)
  3. Pengaturan ruas-ruas jalan yang boleh untuk parkir, yang mencakup lokasi dan pola parkirnya sehingga menghasilkan gangguan terhadap kelancaran arus lalulintas minimum.
  4. Mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas parkir yang telah ada.
  5. Penyediaan fasilitas parkir di luar badan jalan khususnya pada kawasan perdagangan, jasa dan perkantoran serta tempat hiburan / rekreasi.
  6. Penambahan item persyaratan dalam pengusulan IMB mengenai penyediaan fasilitas parkir minimum.

Tahap Jangka Pendek

Pembangunan pusat kegiatan baru, pada pengusulan IMB harus disertai persyaratan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Pola parkir yang ada pada fasilitas parkir di badan jalan tetap dipertahankan, khususnya pola paralel.

Tahap Jangka Menengah / Panjang

Penyediaan fasilitas parkir di luar badan jalan pada kawasan-kawasan pembangkit parkir.

Kebijakan Parkir

  • Menemukan suatu kompromi antara banyaknya ruang kereb yang diperuntukkan bagi kendaraan yang bergerak.
  • Membuat persediaan untuk parkir kendaraan pengantar barang, parkir singkat dan lama.
  • Mendesain pelataran parkir dan jalan masuk sedemikian rupa sehingga lalulintas jalan tidak diperburuk oleh kendaraan yang masuk dan keluar.
  • Memastikan bahwa kepentingan satuan-satuan bisnis di sepanjang jalan tersebut diperbaiki oleh susunan parkir yang bagus.
  • Memastikan bahwa kebijakan parkir dan kebijakan transit umum saling melengkapi, misalnya, fasilitas parkir mobil yang berdekatan dengan rute bus cepat akan memperbaiki tingkat-tumpangan bus.
  • Memelihara karakter lingkungan sekitar dengan membatasi parkir dan menegakkan pengendalian tata-guna lahan.
  • Mengendalikan penyediaan dan kebutuhan parkir melalui mekanisme pajak; mendorong parkir singkat dan mempersulit parkir lama dapat berfungsi untuk memperbaiki kawasan perdagangan utama (CBD)

Use of Facilities Classified by Type

Parking Classified by Trip Purpose

Parking Duration Classified by Trip Purpose

Metode Menentukan Kebutuhan Parkir

  • Metode berdasarkan kepemilikan kendaraan
  • Metode berdasarkan luas lantai bangunan
  • Metode berdasarkan selisih terbesar antara kedatangan dan keberangkatan kendaraan.
Metode Berdasarkan Kepemilikan Kendaraan

Metode ini mengasumsikan adanya hubungan antara luas lahan parkir dengan jumlah kendaraan yang tercatat di pusat kota. Semakin meningkat jumlah penduduk, maka kebutuhan lahan parkir akan semakin meningkat karena kepemilikan kendaraan meningkat.

Metode Berdasarkan Luas Lantai Bangunan

Metode ini mengasumsikan bahwa kebutuhan lahan parkir sangat terkait dengan jumlah kegiatan yang dinyatakan dalam besaran luas lantai bangunan dimana kegiatan tersebut dilakukan, misalnya: perbelanjaan, perkantoran, dan lain-lain.

Metode Berdasarkan Selisih Terbesar Antara Kedatangan Dan Keberangkatan Kendaraan

Kebutuhan lahan parkir didapatkan dengan menghitung akumulasi terbesar pada suatu selang waktu pengamatan. Akumulasi parkir adalah jumlah kendaraan parkir pada suatu tempat pada selang waktu tertentu, dimana jumlah kendaraan parkir tidak akan pernah sama pada suatu tempat dengan tempat lainnya dari waktu ke waktu.

Karakteristik Parkir

  • Durasi Parkir, untuk mengetahui lama suatu kendaraan.
  • Akumulasi Parkir, untuk mengetahui jumlah kendaraan yang SEDANG berada pada suatu lahan parkir pada selang waktu tertentu.
  • Tingkat Pergantian (Parking Turn Over), diperoleh dari jumlah kendaraan yang telah memanfaatkan lahan parkir pada selang waktu tertentu dibagi dengan ruang parkir yang tersedia.
  • Tingkat Penggunaan (Occupancy Rate), diperoleh dari akumulasi kendaraan pada selang waktu tertentu dibagi dengan ruang parkir yang tersedia dikalikan dengan 100%
  • Volume Parkir, jumlah kendaraan yang TELAH menggunakan ruang parkir pada suatu lahan parkir tertentu dalam satu satuan waktu tertentu (biasanya per hari).
  • Kapasitas Parkir, banyaknya kendaraan yang dapat dilayani oleh suatu lahan parkir selama waktu pelayanan.
  • Indeks Parkir, merupakan persentase dari akumulasi jumlah kendaraan pada selang waktu tertentu dibagi dengan ruang parkir yang tersedia dikalikan 100%.

Buka selengkapnya disini

Permanent link to this article: http://www.ilmutekniksipil.com/teknik-lalulintas/analisa-kebutuhan-parkir

Forum Teknik Sipil dan Arsitektur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>