Alat Pancang

Untuk memancangkan tiang pancang ke dalam tanah diperlukan suatu alat bantu yang dalam bidang ketekniksipilan khususnya dalam ilmu tanah disebut alat pancang (Pile Driving Equipment). Bagian-bagian yang penting dalam alat pancang :

1. Pemukul (hammer)

Bagian ini biasanya terbuat dari baja masif/pejal yang berfungsi sebagai palu untuk memukul tiang pancang agar masuk ke dalam tanah.

2. Leader

Bagian ini merupakan jalan (truck) untuk bergeraknya pemukul (hammer) ke atas dan ke bawah.

Macam-macam leader :

  • Fixed leader (leader tetap)Pengaturan posisi tiang dengan cara ini menggunakan lead yang terdiri dari rangkaian baja dengan tiga sisi berkisi seperti boom pada crane dan sisi yang satu terbuka. Sisi yang terbuka adalah tempat tiang diletakan.
  • Hanging leader (leader gantung)System yang digunakan pada metode ini adalah dengan menggunakan silinder hidrolis sebagai pengaku. Silinder hidrolis tersebut merupakan penghubung bagian bawah lead dengan pemancang. Dengan system ini pengaturan posisi tiang dapat dilakkan secara lebih akurat dan cepat.
  • Swinging leader (leader yang dapat berputar dalam bidang vertikal)Jika lead tidak disambungkan dengan crane atau pelat pemancang pada bagian bawahnya maka lead jenis dinamakan swing lead.

3. Tali / kabel

Pada drop hammer kabel ini berguna untuk menarik pemukul (hammer) ke atas sampai pada tinggi jatuh tertentu.

4. Mesin uap

Untuk menggerakkan pemukul (hammer) pada single atau double acting steam hammer.

Macam – Macam Alat Pancang

Pada dasarnya alat pancang ada 5 macam ialah :

  • Drop Hammer)
  • Single – Acting Hammer
  • Double – Acting Hammer
  • Differential Hammer
  • Diesel Hammer

DROP HAMMER

Prinsip Kerjanya :

Penumbuk (hammer) ditarik ke atas dengan kabel dan kerekan sampai mencapai tinggi jatuh tertentu, kemudian penumbuk (hammer) tersebut jatuh bebas menimpa kepala tiang pancang. Alat pancang ini bekerjanya sangat lambat jika dibandingkan dengan alat-alat pancang yang lain dan jarang dipergunakan dalam pembangunan konstruksi berat dan modern.

Keuntungan dari alat ini adalah :

  • Investasi yang rendah
  • Mudah dalam pengoperasian
  • Mudah dalam mengatur energi per blow dengan mengatur tinggi

Kekurangan dari alat ini adalah :

  • Kecepatan pemancangan yang kecil
  • Kemungkinan rusaknya tiang akibat tinggi jatuh yang besar
  • Kemungkinan rusaknya bangunan disekitar lokasi akibat getaran pada permukaan tanah
  • Tidak dapat digunakan untuk pekerjaan dibawah air

SINGLE – ACTING HAMMER

Prinsip kerjanya :

Pemukul (Hammer) diangkat ke atas dengan tenaga uap sampai mencapai tinggi jatuh tertentu, kemudian penumbuk (Hammer) tersebut jatuh bebas menimpa kepala tiang pancang. Jadi di sini tenaga uap hanya dipergunakan untuk mengangkat Hammer saja.

Keuntungan dari alat ini adalah :

  • Waktu relative pendek
  • Mudah dalam pengoperasian

Kekurangan dari alat ini adalah :

  • Menimbulkan kebisingan saat pemancangan
  • Kemungkinan rusaknya tiang akibat tinggi jatuh yang besar

DOUBLE – ACTING HAMMER

Prinsip kerjanya :

Penumbuk (hammer) diangkat ke atas dengan tenaga uap samapai mencapai tinggi jatuh tertentu, kemudian penumbuk (hammer) tersebut ditekan ke bawah dengan tenaga uap pula. Jadi disini hammer jatuh dengan kecepatan lebih besar daripada single – acting hammer maupun drop hammer.

DIFFERENTIAL HAMMER

Prinsip kerjanya :

Hammer ini memiliki ruang tekanan piston bagian atas dan bawah , energi diperoleh dari hasil perbedaan tekanan dari dua ruang itu. Prinsip kerjanya hampir sama dengan single acting hammer, hanya frekuensi pukulannya menerus seperti double acting hammer

DIESEL HAMMER

Prinsip kerjanya :

Jenis ini terdiri dari hammer dengan penyentak diesel dengan sumber energi dari berat sendiri dan tekanan udara , serta akibat pembakaran bahan bakar diesel. Menurut konstruksinya jenis pengentak diesel ini dapat juga diputar atau dimiringkan pada lengan

Kelebihan alat ini adalah :

  • Ekonomis dalam pemakaian
  • Mudah dalam pemakaian di daerah terpencil
  • Berfungsi dengan baik pada daerah dingin
  • Mudah dalam perawatan

Kekurangan alat ini adalah :

  • Kesulitan dalam menentukan energi per blow
  • Sulit dipakai pada tanah lunak

Pemilihan Type Alat Pancang dan Berat Penumbuk (Hammer)

Sebelum kita merencanakan pondasi tiang pancang kita harus mengetahui type-type alat pancang, berat penumbuknya (hammernya) maupun kemampuan alat pancang tersebut.

Sebab belum tentu tiap-tiap type alat pancang tersebut sesuai dengan tiang pancang yang akan kita pancangkan, kondisi tanah setempat dan waktu yang kita perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pemancangan tersebut :

MISALNYA :

1. Pada pekerjaan pemancangan tiang pancang beton precast yang berat ke dalam lapisan tanah yang padat seperti pada stiff clay, compact gravel dan sebagainya maka akan sesuai bila kita pilih alat pancang yang mempunyai :

  • Berat penumbuk (hammer) yang besar.
  • Tinggi jatuh pendek.
  • Kecepatan hammer yang rendah pada saat hammer menimpa tiang pancang.

Dengan keadaan alat pancang seperti di atas akan diperoleh lebih banyak energi yang disalurkan pada penurunan tiang pancang dan mengurangi kerusakan-kerusakan pada kepala tiang pancang akibat pemancangan. ype alat pancang yang sesuai dengan pekerjaan ini adalah type Single – Acting Hammer.

2. Bila pada pemancangan tiang pancang yang ringan atau tiang pipa pada tanah padat akan sesuai bila dipergunakan “double – Acting Hammer”. Dengan alat ini maka kecepatan penumbukan tiang pancang akan lebih cepat bila dibandingkan dengan alat pancang lain. Dengan demikian akan mempercepat waktu pemancangan.

Pada pemancangan tiang-tiang pancang dan baja yang berbentuk pipa tipis sering terjadi pipa tersebut rusak sebelum mencapai kedalaman yang direncankan, hal ini dapat dihindari dengan :

  • Menggunakan hammer yang lebih ringan
  • Memperpanjang waktu penumbukan
  • Memperlebar jarak tiang (Spacing)

Waktu yang diperlukan untuk pemancangan adalah merupakan faktor yang penting dalam pekerjaan pemancangan tiang pancang. Misalnya saja waktu pemancangan yang diperlukan untuk pemancangan tiang dengan alat pancang drop – hammer relatif lebih lama jika dibandingkan dengan alat-alat pancang type lain. Jadi jelaslah bahwa pemilihan type alat pancang sangat besar pengaruhnya pada perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pemancangan tiang pancang. PEmilihan berat penumbuk (hammer) tergantung pada berat tiang pancang yang akan dipancang.

Hubungan Antara Berat Penumbuk (Hammer) dengan Berat Tiang Pancang

B = 0,5 P + 600 kg

Dimana :

B = Berat palu penumbuk (hammer) (kg)

P = Berat tiang pancang (kg)

Jadi misalnya pada pemancangan tiang pancang beton precast dengan ukuran 35 x 35 panjang 15 m maka penumbuk (hammer) yang diperlukan beratnya setidak-tidaknya :

B = 0,5 x 0,35 x 0,35 x 15 x 2400 + 600 = 2805 kg = 2,8 ton

Berlanjut ke Tips Pelaksanaan Pemancangan

Baca juga :

Diesel Hammer

Drop Hammer

Metode Pemancangan Pondasi Tiang Beton Pracetak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Forum untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau informasi seputar teknik

https://insinyur.id/