Penyambungan tiang pancang beton persegi dengan epoksi

Dalam penyambungan tiang pancang beton persegi dengan epoksi, ada beberapa ketentuan struktur yang harus dipenuhi antara lain :

a. Konstruksi sambungan tiang harus diperkuat dengan tulangan penyambung dan selubung baja.

b. Tulangan penyambung:

  • Pemasangan tulangan penyambung dan pembuatan lubang untuk tulangan penyambung harus dibuat bersama dengan pembuatan tiang, seperti tampak pada gambar 1;
  • Bahan pembantu untuk membuat lubang harus dibersihkan sebelum penyambungan agar pengikatan epoksi dengan beton menjadi sempurna;
  • Tulangan penyambung terbuat dari baja tulangan ulir yang mempunyai tegangan leleh sama dengan tegangan leleh tulangan utama;
  • Panjang tulangan penyambung adalah sebagai berikut : (a) sepanjang l1 = 25 d; (b) sepanjang l2 = 25 d.dengan pengertian :l1 adalah panjang tulangan yang masuk ke ujung tiang atas (mm);l2 adalah panjang tulangan yang masuk ke ujung tiang bawah (mm);d adalah diameter tulangan (mm).
  • Tulangan penyambung diletakkan pada jarak 0,25 B dari sisi-sisi tiang, dengan pengertian┬áB adalah ukuran penampang tiang (mm)
  • Diameter tulangan penyambung tergantung dari ukuran penampang tiang, yaitu : (a) ukuran tiang 300 mm x 300 mm, diameter tulangan = 25 mm;(b) ukuran tiang 350 mm x 350 mm, diameter tulangan = 28 mm;(c) ukuran tiang 400 mm x 400 mm, diameter tulangan = 32 mm.
  • Ukuran tulangan penyambung untuk penampang tiang persegi tercantum pada Tabel 1
  • Kapasitas momen sambungan sekurang-kurangnya sama dengan kapasitas tiang.

 

 

Gambar 1. Posisi l1 dan l2
Tabel 1. Ukuran Tulangan Penyambung dan Momen Kapasitas Sambungan

Selubung baja

  • Selubung baja dibuat dari pelat baja setebal 5 mm, mempunyai bentuk penampang persegi yang sudut-sudutnya dilas listrik seperti tampak pada Gambar 2. Selubung baja dipasang dengan skema seperti tampak pada Gambar 3;
  • Rongga bagian dalam selubung mempunyai lebar sebesar 12 mm lebih kecil dari lebar tiang, B;
  • Dimensi selubung baja untuk tiang penampang persegi tercantum pada Tabel 2;
  • Baja yang digunakan untuk selubung harus mempunyai tegangan leleh minimum 210 MPa (BJ 34);
  • Untuk tipe tiang pancang tahanan ujung, selubung tidak perlu ditanam dalam celah.
Gambar 2. Rongga Bagian Dalam Selubung
Tabel 2. Dimensi Selubung Baja
Gambar 3. Skema Pemasangan Selubung

Ujung-ujung tiang yang disambung

  • Kedua ujung tiang yang akan disambung harus sudah disiapkan pada waktu pelaksanaan pembuatan tiang.┬áMasing-masing 4 buah lubang untuk menempatkan tulangan penyambung dengan ukuran seperti tercantum pada Tabel 3 dan Gambar 4.
  • Lubang tempat tulangan harus dibuat lurus, sehingga setelah dipasang tulangan penyambung dalam posisi aksial.
Tabel 3. Ukuran Lubang Untuk Tulangan
Gambar 4. Diameter Tulangan dan Diameter Lubang

Pelaksanaan

Sebelum pelaksanaan pekerjaan penyambungan tiang dimulai, lakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Periksa kondisi tiang yang akan disambung dan tiang penyambung, meliputi :

  • Mutu tiang harus memenuhi persyaratan menurut SNI 03-4434-1997;
  • Tiang dalam keadaan lurus, tidak boleh melengkung;
  • Posisi dan dimensi lubang untuk penulangan penyambung harus tepat seperti yang telah ditentukan.

2. Periksa kondisi selubung baja yang meliputi:

  • Dimensi harus tepat sesuai ketentuan;
  • Las penyambung pada sudut-sudutnya harus baik dan memenuhi ketentuan;
  • Selubung baja harus lurus dan rongga bagian dalam mempunyai celah antara selubung baja dan tiang beton sebesar 1 (satu) mm di sekeliling tiang.

3. Periksa bahan epoksi yang akan digunakan, apakah telah memenuhi spesifikasi sesuai ketentuan yang berlaku, dan hal ini harus dibuktikan dari hasil pengujian;

4. Periksa tulangan penyambung. Tulangan penyambung harus mempunyai dimensi dan mutu sesuai yang telah ditentukan.

5. Masukkan tiang pancang yang akan disambung ke dalam tanah pada lokasi yang telah ditetapkan, dengan cara dipancang atau ditekan sesuai ketentuan yang berlaku.

6. Sisakan bagian atas tiang menonjol di atas permukaan tanah sepanjang sambungan ditambah 200 mm;

7. Kasarkan dan keringkan permukaan beton yang akan disambung dan bersihkan lubang tempat tulangan penyambung untuk menjamin epoksi dapat menyambung dengan kuat;

8. Lakukan penyambungan dengan urutan kerja sebagai berikut :

  • Olesi secara merata seluruh permukaan beton kepala tiang, bagian dalam selubung baja dan tulangan penyambung dengan epoksi dengan ketebalan 1,0 mm sampai dengan 1,5 mm;
  • Pasang selubung baja di kepala tiang. Celah antara bagian dalam selubung baja dan permukaan tiang harus sepenuhnya terisi epoksi;
  • Olesi secara merata di seluruh permukaan beton pada ujung tiang penyambung serta lubang-lubang tempat tulangan sambungan dengan epoksi setebal 1,0 mm sampai dengan 1,5 mm;
  • Angkat tiang penyambung sesuai prosedur yang berlaku, kemudian ujung bawah tiang dimasukkan ke dalam selubung baja dengan memperhatikan :a. Posisi tiang harus sentris terhadap tiang yang disambung;b. Masukkan tulangan penyambung ke dalam lubang-lubang;c. Epoksi harus dapat menutup celah antara bagian dalam selubung dan permukaan beton;d. Tambahkan epoksi jika masih terdapat rongga, dan dimasukkan ke dalam selubung melalui celah pada keempat sisinya;e. Tutup bagian bawah seluruh baja dengan penjepit baja yang dapat dibuka kembali setelah epoksi mengeras, agar epoksi tidak meleleh ke luar.

9. Lanjutkan pemancangan atau penekanan tiang, setelah epoksi mengeras dengan kuat tekan minimal sama dengan kuat tekan beton yang akan disambung dan didasarkan pada hasil pengujian laboratorium.

Baca juga Penyambungan Tiang Pancang Beton Bundar dan Persegi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Forum untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan atau informasi seputar teknik

https://insinyur.id/