Jenis Sambungan Pada Dinding Bata

Posted on

Batu bata telah lama dikenal dan digunakan sebagai bahan pengisi dinding. Sebelum ditemukannya sistem struktur rangka, yang mengandalkan kekuatan balok dan kolom sebagai penopang kekuatan struktur, batu bata sering digunakan sebagai struktur dinding pendukung. Dalam hal ini, karena kekuatan struktur dinding pendukung bertumpu pada penampang dinding bata, maka batu bata disusun secara melintang dengan panjang batu bata pada lebar dinding agar memiliki penampang yang memadai. Sistem penyusunan ini disebut dengan dinding satu bata. Sedangkan teknik penyusunan batu bata yang banyak kita kenal saat ini disebut dengan dinding setengah bata. Hal tersebut dimungkinkan karena batu bata pada saat ini hanya sebagai material pengisi dinding. Batu bata cukup sering digunakan karena kemampuannya dalam menahan beban cukup baik, dapat menahan panas dan suara dan mudah untuk difinishing seperti dengan cat maupun wallpaper. Namun batu bata membutuhkan waktu pemasangan yang cukup lama dan teknik pemasangan yang tidak mudah.

Jenis Pasangan Dinding Bata
Jenis Pasangan Dinding Bata

Pemasangan sebuah dinding bata pada umumnya memerlukan sambungan mortar secara horizontal dan vertikal. Mortar (spesi) adalah suatu adonan yang terbuat dari campuran antara semen, pasir, dan air yang kadangkala dicampur dengan kapur. Biasanya ketebalan sambungan mortar ini dibuat sama agar tampak lebih indah. Namun mortar ini tidak boleh terlalu tebal dan terlalu tipis biasanya berkisar 1-2 cm.

Fungsi mortar pada pasangan dinding bata anatara lain adalah sebagai bahan pengkat antara bata yang satu dengan bata yang lainnya, untuk menutup atau menghilangkan permukaan bata yang tidak rata dan untuk menyalurkan beban. Selain berguna untuk memasang dinding bata, mortar juga sering digunakan dalam plesteran, fungsinya adalah untuk meratakan permukaan dinding sehingga mudah untuk di cat dan menambah keawetan pasangan bata agar tidak cepat rusak.

Beberapa jenis sambungan mortar yang dapat digunakan adalah

  1. Concave Joint
  2. Raked Joint
  3. Flush Joint
  4. Weathered Joint
  5. Struck Joint

Jenis sambungan yang paling kedap air adalah concave joint. Hal ini karena dalam pembentukan concave joint, mortar dan unit bata ditekan dengan sebuah alat silinder sehingga tercipta ikatan yang cukup kuat antara bata dan mortar. Hal ini menyebabkan concave joint menjadi sambungan yang paling kedap air dibanding jenis sambungan lain. Sebuah concave joint juga tahan terhadap resiko freeze and thaw yang sering terjadi pada kebanyakan dinding bata di daerah yang memiliki suhu rendah.

Tekanan yang menghasilkan ikatan pada concave joint tidak dimiliki oleh sambungan jenis lain, sehingga concave joint sangat dianjurkan untung penggunaan bata di luar ruangan (eksterior). Sedangkan untuk bagian interior, raked joint dan flush joint merupakan teknik sambungan yang umum digunakan. Raked joint dapat menciptakan kesan yang lebih indah namun memiliki kekurangan yaitu dapat menyimpan banyak debu karena bentuknya.  Sedangkan flush joint digunakan untuk meminimalisir menumpuknya debu pada sambungan mortar.

Jenis Sambungan Pada Dinding Bata
Jenis Sambungan Pada Dinding Bata

One thought on “Jenis Sambungan Pada Dinding Bata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *