Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Kerikil Cara Ayakan No 200

Posted on

Pada postingan sebelumnya tentang Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Pasir Cara Volume Endapan Ekivalen, sudah dibahas bagaimana cara melakukan pengujian terhadap kandungan lumpur dalam pasir dengan cara volume endapan ekivalen. Seperti yang kita ketahui bahwa kandungan lumpur pada agregat kasar (kerikil) dan agregat halus (pasir) yang melebihi batas akan mempengaruhi kualitas campuran beton. Pada postingan kali ini akan dibahas bagaimana cara melakukan pemeriksaan kandungan lumpur pada kerikil.

Di dalam kerikil juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam (PUBI). Kerikil dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara endapan ekivalen kadar lumpur dalam kerikil yang dinyatakan dalam (%) dapat diketahui secara tepat.

Bahan yang digunakan yaitu kerikil dengan berat 500 gram. Sedangkan alat yang digunakan yaitu

  1. Ayakan no. 200
  2. Ayakan ukuran 38,1 mm
  3. Nampan pencuci
  4. Tungku pengering (oven)
  5. Timbangan dengan ketelitian 0.1% berat pasir contoh

Cara pelaksanaan yaitu

  1. Ambil kerikil yang lolos ayakan ukuran 38,1mm seberat 500 gr (B1).
  2. Masukkan kerikil tersebut ke dalam nampan pencuci dan tambahkan air secukupnya sampai semuanya terendam.
  3. Goncang-goncangkan nampan, kemudian air cucian dituangkan ke dalam ayakan no. 200 (butir-butir besar dijaga jangan sampai masuk ke ayakan supaya tidak merusak ayakan).
  4. Ulangi langkah no 3 sampai cucian tampak bersih.
  5. Masukkan butir-butir kerikil yang tersisa di ayakan no. 200 ke dalam nampan, kemudian masukkan ke dalam tungku untuk dikeringkan kembali.
  6. Kerikil setelah kering tungku (B2) ditimbang kembali.
  7. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, gunakan 2 atau 3 benda uji dan ambil rata-rata untuk setiap kali hasil pengujian.

Berikut adalah contoh hasil pengujian

  1. Berat kerikil semula kering oven (B1) : 500 gram
  2. Berat pasir setelah dicuci dan kering oven (B2) : 467 gram

Jadi kandungan lumpur = { (B1 – B2) / B1 } x 100% = { (500 – 467) / 500 } x 100% = 6,6 %

Berdasarkan PUBI 1982 Pasal 11Pasir Beton “Kandungan bagian yang lewat ayakan 0,063 mm tidak lebih dari 1 % berat (kadar lumpur)” maka kerikil diatas tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan campuran adukan beton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *