Pemeriksaan Modulus Halus Kerikil

Posted on

Pada postingan sebelumnya tentang Pemeriksaan Modulus Halus Pasir sudah dijelaskan bagaimana melakukan pemeriksaan tentang modulus halus pasir untuk mendapatkan gradasi pasir. Kali ini akan dijelaskan bagaimana melakukan pemeriksaan modulus halus kerikil.

Pemeriksaan modulus halus kerikil adalah salah satu cara untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran suatu agregat. Kehalusan atau kekasaran agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton, apabila agregat halus yang terdapat dalam mortar terlalu banyak akan menyebabkan lapisan tipis dari agregat halus dan semen akan naik ke atas.

Benda uji yang digunakan adalah kerikil dengan berat 2000 gram. Sedangkan alat yang digunakan antara lain :

  1. Satu set ayakan 38.1 mm, 25 mm, 19 mm, 12.50 mm, 9.5 mm, 6.3 mm, 4.75 mm, 2.36 mm dan sisa
  2. Alat getar ayakan
  3. Timbangan
  4. Kuas pembersih ayakan
  5. Cawan

Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut

  1. Siapkan kerikil dengan berat 2000 gram
  2. Masukkan kerikil ke dalam set ayakan
  3. Pasang set ayakan ke dalam alat getar ayakan kemudian getarkan selama 5 menit
  4. Ambil ayakan dari atas alat getar, kemudian kerikil yang tertinggal dari masing-masing tingkat ayakan ditimbang

Untuk mengetahui gradasi pasir, perhatikan contoh perhitungan dibawah ini :

Pada saat pengayakan pasir, maka akan didapatkan berat pasir yang tertinggal untuk masing-masing ayakan. selanjutnya adalah dilakukan pengolahan atas data yang diperoleh tersebut.

1. Cara perhitungan berat tertinggal (%) = { ( berat tertinggal / total tertinggal ) x 100% }

  • Ayakan 25 mm = { ( 31,5 / 2000 ) x 100% } = 1,575 %
  • Ayakan 19,10 mm = { ( 130 / 2000 ) x 100% } = 6,5 %
  • Ayakan 12,50 mm = { ( 1140 / 2000 ) x 100% } = 57 %
  • Ayakan 9,50 mm = { ( 506 / 2000 ) x 100% } = 25,3 %
  • Ayakan 6,35 mm = { ( 152 / 2000 ) x 100% } = 7,6 %
  • Ayakan 4,75 mm = { ( 3 / 2000 ) x 100% } = 0,15 %
  • Ayakan 2,36 mm = { ( 2 / 2000 ) x 100% } = 0,1 %
  • Ayakan sisa = { ( 35,5 / 2000 ) x 100% } = 1,775 %

2. Cara perhitungan berat kumulatif (%) = berat tertinggal ayakan + berat kumulatif ayakan diatasnya

  • Ayakan 25 mm = 1,575 + 0 = 1,575 %
  • Ayakan 19,10 mm = 6,5 + 1,575 = 8,075 %
  • Ayakan 12,50 mm = 57 + 8,075 = 65,075 %
  • Ayakan 9,50 mm = 25,3 + 65,075 = 90,375 %
  • Ayakan 6,35 mm = 7,6 + 90,375 = 97,975 %
  • Ayakan 4,75 mm = 0,15 + 97,975= 98,125 %
  • Ayakan 2,36 mm = 0,1 + 98,125 = 98,225 %
  • Ayakan sisa =  = 98,3 + 1,7 = xxxxxx

3. Cara perhitungan berat kumulatif lewat ayakan (%) = 100% – berat kumulatif ayakan

  • Ayakan 25 mm = 100 – 1,575 = 98,425 %
  • Ayakan 19,10 mm = 100 – 8,075 = 91,925 %
  • Ayakan 12,50 mm = 100 – 65,075 = 34,925 %
  • Ayakan 9,50 mm = 100 – 90,375 = 9,625 %
  • Ayakan 6,35 mm = 100 – 97,975 = 2,025 %
  • Ayakan 4,75 mm = 100 – 98,125 = 1,875 %
  • Ayakan 2,36 mm = 100 – 98,225 = 1,775 %
  • Ayakan sisa = 100 – xxxx = xxxxxxx

Dari perhitungan diatas bisa didapatkan tabel dibawah ini :

Contoh Hasil Pengujian
Contoh Hasil Pengujian

4. Cara perhitungan modulus halus (MHB) = total berat kumulatif / 100

MHB = 459,425 / 100 = 4,59425

5. Dari modulus halus (MHB) tersebut didapatkan gradasi pasir masuk daerah I (Kasar) dengan menggunakan grafik modulus halus butiran kerikil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *