Jenis Pasangan Dinding Bata

Jenis Sambungan Pada Dinding Bata

Batu bata telah lama dikenal dan digunakan sebagai bahan pengisi dinding. Sebelum ditemukannya sistem struktur rangka, yang mengandalkan kekuatan balok dan kolom sebagai penopang kekuatan struktur, batu bata sering digunakan sebagai struktur dinding pendukung. Dalam hal ini, karena kekuatan struktur dinding pendukung bertumpu pada penampang dinding bata, maka batu bata disusun secara melintang dengan panjang batu bata pada lebar dinding agar memiliki penampang yang memadai. Sistem penyusunan ini disebut dengan dinding satu bata. Sedangkan teknik penyusunan batu bata yang banyak kita kenal saat ini disebut dengan dinding setengah bata. Hal tersebut dimungkinkan karena batu bata pada saat ini hanya sebagai material pengisi dinding. Batu bata cukup sering digunakan karena kemampuannya dalam menahan beban cukup baik, dapat menahan panas dan suara dan mudah untuk difinishing seperti dengan cat maupun wallpaper. Namun batu bata membutuhkan waktu pemasangan yang cukup lama dan teknik pemasangan yang tidak mudah.

Bahan Campuran Beton

Cara Pengadukan Beton

Mungkin sebagian besar tukang atau pelaksana bangunan selalu melakukan hal ini yaitu membuat campuran beton atau mengaduk campuran beton. Namun tidak ada salahnya kita menyimak uraian berikut ini. Dalam pembuatan campuran beton, harus dilakukan dengan benar. Karena jika salah dalam cara mengaduk bahan dasar beton, maka akan mengurangi kekuatan beton itu sendiri. Dalam uraian kali ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat adukan beton agar sesuai dengan mutu beton yang diinginkan.

Hasil Pengujian

Pengujian Kuat Lentur Kayu

Suatu balok kayu pada sebuah struktur pada umumnya menahan beban/gaya lentur. Untuk mengetahui kekuatan terhadap momen lentur maka perlu dilakukan pengujian. Sehingga bisa diketahui berapa tegangan lentur maksimum dari kayu yang akan digunakan untuk struktur.

Untuk melakukan pengujian ini diperlukan balok dengan ukuran penampang sekitar 25 mm x 25 mm atau bisa juga dengan ukuran penampang 70 mm x 70 mm dengan panjang sekitar 600 mm. Sedangkan alat yang digunakan adalah mesin uji lentur balok dan kaliper.

Diameter Terukur

Pengujian Tarik Baja

Semua bahan padat akan berubah bentuk apabila diberi beban. Perubahan bentuk tergantung pada besar beban, unsur kimia maupun kondisi beban, bentuk benda uji, suhu, kecepatan pembebanan, dan sebagainya. Suatu kurva yang menghubungkan antara beban dan perubahan bentuk pada benda uji (deformasi) merupakan bagian utama dari studi tentang sifat mekanika dari bahan benda uji itu. Akan tetapi, biasanya pengujian itu agak berbeda bila bentuk geometrinya berbeda, walaupun bahannya sama. Oleh karena itu bentuk benda uji dibuatkan suatu standard yang sedemikian rupa sehingga kurva tegangan-tegangan diperoleh juga merupakan standard pula.

Data Hasil Pengujian

Pengujian Daya Ikat Semen Dengan Alat Uji Vikat

Daya ikat semen sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam sebuah adukan mortar maupun beton, karena adukan atau campuran yang dibuat harus sesegera mungkin dipakai supaya tidak lekas kering. Oleh karena itu penting sekali kita mengetahui berapa lama waktu pengikatan semen yang akan terjadi nantinya.

Pemeriksaan Berat Jenis Pasir

Pemeriksaan berat jenis dan SSD pasir merupakan hal yang penting untuk mengetahui pasir tersebut telah memenuhi syarat atau belum untuk bahan campuran adukan beton.

Tujuan dilakukan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui cara memeriksa berat jenis maupun SSD pasir. Benda uji yang digunakan adalah pasir kering tungku. Sedangkan alat yang digunakan yaitu :

Pemeriksaan Diameter Pengenal Tulangan

Untuk mengetahui diameter suatu tulangan perlu dilakukan pemeriksaan berdasarkan berat dan panjang benda uji. Kita tidak bisa mengetahui diamater suatu tulangan dengan cara mengukur diameter secara langsung karena sering ditemui besi tulangan yang ada di pasaran tidak homogen. Cara melakukan pemeriksaan diameter pengenal tulangan antara lain :

  1. Siapkan benda uji berupa besi tulangan polos dan besi tulangan deform (ulir)
  2. Siapkan alat yang digunakan yaitu timbangan, kaliper, gergaji potong besi
  3. Potong besi tulangan dengan ukuran kurang lebih sepanjang 1 meter
  4. Kemudian timbanglah benda uji besi tulangan polos dan besi tulangan deform. Kemudian catat berapa beratnya
Kriteria Benda Uji

Pemeriksaan SSD Pasir

Pasir merupakan bahan pengisi beton sehingga perlu diperiksa dengan menggunakan uji SSD. Dengan pemeriksaan SSD ini akan diperoleh pasir yang sesuai sebagai bahan campuran adukan beton, yang berhubungan dengan sedikit atau banyaknya air yang dikandung oleh pasir tersebut.

SSD atau Saturated Surface Dry adalah keadaan pada agregat dimana tidak terdapat air pada permukaannya tetapi pada rongganya terisi oleh air sehingga tidak mengakibatkan penambahan maupun pengurangan kadar air dalam beton.

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui pasir uji termasuk dalam jenis SSD kering, basah atau ideal. Benda uji yang digunakan adalah pasir dengan diameter pasir yang diuji 0.15 mm – 5 mm. Sedangkan alat yang digunakan untuk pengujian yaitu :

Ukuran Bejana dan Ukuran Batuan yang diuji

Pemeriksaan Berat Satuan Agregat

Perbandingan antara berat dan volume pasir termasuk pori-pori antara butirannya disebut berat volume atau berat satuan. Tujuan dari pemeriksaan ini dimaksud untuk mengetahui cara mencari berat satuan pasir, kerikil, atau campuran.

Benda uji yang digunakan yaitu pasir atau kerikil kering tungku minimal sama dengan kapasitas bejana yang dipakai. Sedangkan alat yang digunakan antara lain :

  1. Timbangan dengan ketelitian maksimum 0.1% berat benda uji.
  2. Nampan besar.
  3. Tongkat pemadat dari baja tahan karat panjang 60 cm, diameter 15 mm dan     ujungnya bulat.
  4. Mistar perata.
  5. Bejana baja yang kaku, berbentuk silinder dengan ukuran seperti tabel dibawah ini

Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Pasir Cara Ayakan No 200

Pada postingan sebelumnya sudah dibahas tentang Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Pasir Cara Volume Endapan Ekivalen. Kali ini akan dibahas pemeriksaan kandungan lumpur dalam pasir dengan cara ayakan no 200.

Pasir adalah butiran-butiran mineral yang dapat lolos ayakan 4,8 mm dan tertinggal di atas ayakan 0,075 mm. Di dalam pasir juga masih terdapat kandungan-kandungan mineral yang lain seperti tanah dan silt. Pasir yang digunakan untuk bahan bangunan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan di dalam (PUBI). Pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, jika kandungan lumpur di dalamnya tidak lebih dari 5%. Dengan cara endapan ekivalen kadar lumpur dalam pasir yang dinyatakan dalam (%) dapat diketahui secara tepat.