Penyebab Kerusakan Bendung dan Cara Mengatasinya

Bangunan bendung atau bangunan pengelak adalah bangunan utama yang benar-benar dibangun didalam air. Bangunan bendung diperlukan untuk memungkinkan dibelokannya air sungai ke jaringan irigasi dengan cara menaikkan muka air sungai atau dengan memperlebar pengambilan didasar sungai seperti pada tipe bendungan saringan sawah (bottom rock weir).

Ada beberapa hal yang dapat merusak struktur bendung antara lain :

Teknik Irigasi

Ilmu Pengairan atau Teknik Irigasi adalah suatu cabang dari pengetahuan Teknik Sipil yang khusus mempelajari tentang pengairan atau teknik penguasaan air. Dalam arti umum pengairan adalah suatu usaha untuk mengatur air yang mencakup bidang irigasi, drainasi, reklamasi, pengaturan banjir dan pengendalian banjir.

Sedangkan dalam arti khusus pengairan adalah suatu usaha untuk mengatur dan memanfatkan air yang tersedia baik di sungai ataupun di sumber lain, dengan menggunakan jaringan-jaringan irigasi untuk kepentingan pengairan pertanian.

Hubungan OP dan Rehabilitasi

Pengolahan Jaringan Irigasi dan Permasalahannya

Pengolahan jaringan irigasi muncul sebagai akibat dari beberapa hal antara lain
  • Pesatnya perkembangan penduduk dan industri (terutama di Jawa).
  • Keseimbangan antara pengendalian dan pemanfaatan air menjadi terganggu.
  • Ketersediaan air menurun, kebutuhan naik.
  • Gangguan pada catchment area.
  • Meningkatnya erosi (kandungan lumpur di sungai). Terjadi pendangkalan sehingga intake terganggu
  • Peningkatan usaha intensifikasi pertanian dan diversifikasi tanaman.
  • Adanya dukungan penyedia air sesuai WARUNG JAMU (Waktu Ruang Jumlah dan Mutu)
Bangunan Bendung

Bagian-bagian Bangunan Irigasi

Perkembangan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan area pertanahan semakin menyempit. Akibatnya saat musim penghujan datang, kemampuan tanah dalam menyerap air menjadi semakin berkurang, kemudian menyebabkan air meluap dan banjir terutama di kota-kota besar. Maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur proses hidrologi agar menjadi kembali seimbang.

Concrete Dam

Proyek Bendungan Tibu Kuning

Bendungan atau dam adalah suatu tembok penahan air yang dibentuk dari berbagai batuan dan tanah. Air yang dibendung akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat antara lain dijadikan pembangkit tenaga listrik (PLTA), penyediaan air bersih, tempat rekreasi, pengendali banjir, dan sebagainya. Sejak tahun 1900 sampai dengan sekarang Indonesia memiliki lebih dari 100 buah bendungan mulai dari tipe waduk lapangan hingga bendungan besar baik yang dikelola oleh pemerintah maupun instansi swasta.

PEKERJAAN IRIGASI

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Saluran Irigasi

Saluran irigasi merupakan bagian dari bendung yang berfungsi menyalurkan air dari bendung ke petak-petak sawah yang akan di aliri air. Berikut ini adalah pekerjaan irigasi secara umum :

METODE BENDUNG

Metode Pembuatan Bendung

Bendung merupakan bangunan yang berfungsi untuk menaikan elevasi mu air sungai. Bendung terdiri dari dua tipe yaitu bendung gerak dan bendung tetap. Secara garis besar bangunan bendung dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian utama, bagian irigasi, dan bagian pelengkap. Berikut ini adalah metode pembuatan bendung :

BendungGerakBojonegoro

Bendung Gerak dan Bendung Tetap

Bendung adalah bangunan melintang sungai yang berfungsi untuk meninggikan elevasi muka air dari sungai yang dibendung sehingga air bisa disadap dan dialirkan ke saluran lewat bangunan pengambilan (intake structure).

Perencanaan Saluran Irigasi

Untuk mengembangkan suatu daerah menjadi daerah irigasi diperlukan data sebagai berikut :

  1. Peta topografi daerah
  2. Jumlah air yang dapat dimanfaatkan berdasarkan debit sumber airnya
  3. Lokasi sumber air / lokasi pengambilannya
  4. Keadaan tanah daerah pengairan untuk memperkirakan banyaknya air yang hilang melalui rembesan, bocoran serta menentukan bentuk tampang saluran
  5. Data hidrologi terutama menyangkut potensi penyediaan air (water avability) dan kesetimbangan air (water balance).
  6. Kebutuhan air pada areal irigasi (water requirement) sesuai jenis tanaman dan pada perencanaan ini didasarkan kebutuhan air untuk tanaman padi.
  7. Keadaan air terutama menyangkut kualitasnya.
  8. Data klimatologi
  9. Peta lahan tanah
  10. Data lain yang berhubungan dengan pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah menjadi daerah irigasi

Syarat dan Susunan Petak Pengairan

Untuk keperluan pengairan maka daerah atau areal pertanian dibagi-bagi atas petak dengan susunan sebagai berikut :