Perencanaan Bangunan Pelengkap 1

Perencanaan Bangunan Pelengkap

Bangunan pelengkap adalah bangunan yang dibuat sebagai sarana pendukung saluran irigasi. Ada beberapa bangunan pelengkap salah satunya adalah bangunan silang. Bangunan silang terdiri dari beberapa tipe bangunan antara lain :

Bangunan Irigasi

Keberadaan bangunan irigasi diperlukan untuk menunjang pengambilan dan pengaturan air irigasi. Beberapa jenis bangunan irigasi yang sering dijumpai dalam praktek irigasi antara lain

  • Bangunan utama
  • Bangunan pembawa
  • Bangunan bagi
  • Bangunan sadap
  • Bangunan pengatur muka air
  • Bangunan pernbuang dan penguras
  • Bangunan pelengkap

Tipe-tipe Mercu Bendung

Mercu bendung adalah bagian dari bendung yang berfungsi untuk mengatur tinggi air minimum, melewatkan debit banjir dan untuk membatasi tinggi genangan yang akan terjadi di udik bendung. Tipe-tipe mercu bendung antara lain :

Jenis-jenis Bendung

Bangunan air ini dengan kelengkapannya dibangun melintang sungai atau sudetan, dan sengaja dibuat untuk meninggikan muka air dengan ambang tetap sehingga air sungai dapat disadap dan dialirkan secara gravitasi ke jaringan irigasi. Kelebihan airnya dilimpahkan ke hilir dengan terjunan yang dilengkapi dengan kolam olak dengan maksud untuk meredam energi.

Konstruksi Bendung 1

Konstruksi Bendung

Bendung adalah suatu bangunan air dengan kelengkapan yang dibangun melintang sungai atau sudetan yang sengaja dibuat untuk meninggikan taraf muka air atau untuk mendapatkan tinggi terjun.

Sistem Jaringan Irigasi

Empat unsur fungsional pokok :

  1. Bangunan-bangunan Utama (Head Works) → air diambil dari sumbernya (sungai atau waduk)
  2. Jaringan pembawa → Saluran yang mengalirkan ke petak-petak tersier.
  3. Petak-petak tersier dengan sistem pembagian air dan sistem pembuangan kolektif, air irigasi → sawah
  4. Sistem pembuangan
1111

Analisis Kebutuhan Air Irigasi

Analisis kebutuhan air irigasi merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistern irigasi. Kebutuhan air tanaman didefinisikan sebagai jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman pada suatu periode untuk dapat tumbuh dan produksi secara normal. Kebutuhan air nyata untuk areal usaha pertanian meliputi evapotranspirasi (ET), sejumlah air yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara khusus seperti penyiapan lahan dan penggantian air, serta kehilangan selama pemakaian. Sehingga kebutuhan air dapat dirumuskan sebagai berikut (Sudjarwadi 1990) :

Bangunan Pengambilan dan Pembilas

Bangunan Pengambilan

Bangunan pengambilan adalah sebuah bangunan yang berupa pintu air. Air irigasi dibelokan dari sungai melalui bangunan tersebut. Pertimbangan yang digunakan dalam merencanakan adalah debit rencana dan pengelakan sedimen.

Bangunan Kantong Lumpur

Kantong Lumpur / saluran penangkap pasir merupakan perbesaran dari potongan melintang saluran sampai panjang tertentu untuk mengurangi kecepatan aliran sehingga memungkinkan partikel-partikel / sedimen untuk mengendap.