Data Ukuran Tanah yang Dibutuhkan Untuk Pembangunan

Untuk memulai sebuah pembangunan diperlukan sebuah perencanaan yang matang sehingga proses pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dalam sebuah proyek pembangunan, secara garis besar akan melewati tiga tahapan yaitu pembuatan gambar bangunan, perhitungan rencana anggaran biaya bangunan (RAB), dan spesifikasi material serta syarat-syarat bangunan (RKS).

Pemetaan Dasar Laut 1

Pemetaan Dasar Laut

Pemetaan dasar laut dimaksudkan untuk menggambarkan topografi dasar laut, sehingga elevasi seabed terhadap Mean Sea Level (MSL) dapat diketahui guna perhitungan panjang tiang pancang yang tertanam dalam seabed. Dalam kegiatan pemetaan dasar laut ada 2 kegiatan pengukuran yang dilakukan, yaitu :

Pengukuran Profil

Pengukuran profil bertujuan untuk menentukan elevasi titik-titik pada permukaan tanah sepanjang garis tertentu sehingga akan diperoleh profil (potongan tegak dari permukaan tanah sepanjang garis itu). Potongan-potongan tersebut sangat diperlukan dalam pembuatan bangunan sipil seperti saluran irigasi dan drainase, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain.

Pengukuran Menyipat Datar Memanjang 1

Pengukuran Menyipat Datar Memanjang

Pada pengukuran menyipat datar memanjang, dua titik tetap yang akan diukur tingginya (titik awal dan titik akhir) umumnya memiliki jarak yang cukup jauh (± 50 m). Oleh karena itu tidak mungkin dilakukan pekerjaan sekali waterpassing melainkan harus dilaksanakan serangkaian pekerjaan waterpassing antara dua titik tetap tersebut.

Pengukuran Detail Poligon

Untuk pembuatan peta situasi, detail yang diambil meliputi detail planimetris dan detail-detail ketinggian. Detail planimetris menyangkut posisi horisontal dari bangunan-bangunan rumah, jalan, jembatan, saluran air, lapangan serta batas-batas areal dan sebagainya. Sementara detail-detail ketinggian diperlukan untuk penggambaran keadaan topografi lapangan yang nantinya akan digambarkan dalam bentuk garis-garis kontur.

Pengukuran Poligon 1

Pengukuran Poligon

Poligon adalah serangkaian titik-titik yang dihubungkan dengan garis lurus sehingga titik-titik tersebut membentuk sebuah rangkaian (jaringan) titik atau poligon. Pada pekerjaan pembuatan peta, rangkaian titik poligon digunakan sebagai kerangka peta, yaitu merupakan jaringan titik-titik yang telah tertentu letaknya di tanah yang sudah ditandai dengan patok, dimana semua benda buatan manusia seperti jembatan, jalan raya, gedung maupun benda-benda alam seperti danau, bukit, dan sungai akan diorientasikan. Kedudukan benda pada pekerjaan pemetaan biasanya dinyatakan dengan sistem koodinat kartesius tegak lurus (X,Y) di bidang datar (peta), dengan sumbu X menyatakan arah timur – barat dan sumbu Y menyatakan arah utara – selatan. Koordinat titik-titik poligon  harus cukup teliti mengingat ketelitian letak dan ukuran benda-benda yang akan dipetakan sangat tergantung pada ketelitian dari kerangka peta.

Cara Menyetel Pesawat Penyipat Datar

Pada prinsipnya penyetelan alat pesawat penyipat datar atau waterpass sama dengan penyetelan alat pada theodolit. Adapun caranya adalah sebagai berikut :

  1. Tempatkan tripod atau statip di atas titik yang telah ditentukan .
  2. Injak sepatu statip agar melesak dalam tanah (jika di atas tanah), tinggi statip disesuaikan dengan orang yang akan membidik dan permukaan kepala statip diusahakan relatif datar.
  3. Ambil pesawat dan letakkan pada landasan pesawat kemudian dikunci.
  4. Mengatur unting-unting agar posisi sumbu I tepat di atas patok.
  5. Mengatur ketiga buah sekrup A, B, C, kira-kira setengah panjang as.
  6. Sejajarkan teropong dengan dua buah sekrup A dan B (kadudukan I), kemudian sekrup diputar searah (jika masuk, masuk semua; jika keluar, keluar semua) sambil dilihat kedudukan gelembung nivo tabung agar tepat di tengah-tengah skala nivo.
  7. Putar teropong searah jarum jam hingga kedudukannya tegak lurus terhadap dua sekrup A, B (kedudukan II), kemudian putar sekrup C (tanpa memutar sekrup A, B) masuk atau keluar sambil dilihat kedudukan gelembung nivo kotak agar tepat di tengah-tengah skala nivo.

Cara Menyetel Theodolit

Untuk menyetel theodolit, sebelumnya harus mengetahui dan memahami fungsi tiap-tiap bagian dari alat tersebut. Adapun cara mengaturnya adalah sebagai berikut :

  1. Tempatkan tripod atau statip di atas titik ukur.
  2. Injak sepatu statip agar melesak dalam tanah (jika di atas tanah), tinggi statip disesuaikan dengan orang yang akan membidik dan permukaan kepala (meja) statip diusahakan relatif datar.
  3. Ambil pesawat dan letakkan pesawat pada landasan, kemudian dikunci dengan pengunci pesawat.
  4. Mengatur unting-unting agar posisi sumbu I tepat di atas patok (titik ukur).
  5. Tiga buah sekrup  A,B,C, kita atur tingginya kira-kira setengah panjang as.
  6. Sejajarkan teropong dengan dua buah sekrup A dan B (kedudukan I), kemudian sekrup diputar searah (jika masuk masuk semua; jika keluar, keluar semua), sambil dilihat kedudukan gelembung nivo tabung agar tepat di tengah-tengah skala nivo.
  7. Putar teropong searah jarum jam, hingga kedudukan tegak lurus terhadap dua sekrup A,B, atau diputar 90˚ (kedudukan II), kemudian putar sekrup C (tanpa memutar sekrup A,B), masuk atau keluar
theodolit

Peralatan Ukur Tanah

A. Peralatan Utama

Peralatan utama yang digunakan dalam ilmu ukur tanah adalah theodolit dan waterpass.

DSC00283

Pengukuran dan Pemetaan

Yang dimaksud pengukuran dan pemetaan  adalah mempelajari cara-cara pengukuran permukaan bumi untuk keperluan pemetaan pada daerah yang relatif sempit sehingga unsur kelengkungan bumi dapat diabaikan. Peta merupakan proyeksi yang memberikan hubungan  antara posisi titik-titik di permukaan bumi dan diatas peta. Posisi titik pada permukaan bumi berupa bidang lengkung dan biasanya dinyatakan dengan lintang dan bujur. Posisi titik pada peta yang berupa bidang datar dinyatakan dengan koordinat kartesian (X,Y)