Sejarah Hidraulika

Sejarah ilmu hidraulika dimulai oleh Archimedes (287-212 SM) yang mengemukakan hukum benda terapung dan teori yang mendukungnya. Pada masa kekaisaran Romawi, beberapa saluran/terowongan air dibangun setelah diketahuinya hukum – hukum aliran air. Sesudah kemunduran  kekaisaran Romawi (476 SM), perkembangan ilmu hidraulika terhenti selama hampir 1000 tahun.

114

Pondasi Rakit

I. Pendahuluan

Pondasi rakit merupakan bagian bawah  struktur yang berbentuk rakit melebar keseluruh bagian dasar bangunan. Fondasi rakit digunakan jika lapis tanah memiliki kapasitas dukung tanah rendah, sehingga jika menggunakan fondasi telapak luasan besar (tidak ekonomis).

Penerapan Teknologi Akustik Bawah Air

Indonesia sebagai negara maritim yang dua per tiga wilayahnya terdiri dari laut dengan luas kira-kira 5.800.000 km2, berada pada posisi silang antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dalam pengelolaannya, perairan Indonesia dibagi dalam sembilan wilayah pengelolaan perikanan dan kelautan dengan penamaan tertentu, misalnya Laut Banda, Laut Arafura, Laut Sulu, Laut Jawa dan seterusnya. Setiap area perairan tersebut mempunyai karakter yang berbeda satu sama lainnya demikian pula perbedaan dengan laut wilayah subtropis. Hal ini ditentukan oleh kondisi geografis masing-masing area perairan, pola arus, perubahan temperatur dan salinitas, kedalaman air dan lain-lain. Kondisi keberagaman tofografis, kedalaman  terlebih lagi berada pada kawasan tropis mengakibatkan melimpahnya sumberdaya yang beragam pula.

92

Pondasi Telapak Gabungan dan Pondasi Telapak Kantilever

Pondasi telapak tunggal tidak selalu dapat digunakan disebabkan oleh

  1. Beban kolom terlalu besar sedang jarak kolom dengan kolom terlalu dekat, sehingga menimbulkan luasan plat fondasi yang dibutuhkan akan saling menutup (overlapping)
64

Pondasi Telapak Tidak Simetris

Bentuk pondasi telapak tidak simetris digunakan bila
  • Tanah yang tersedia terbatas
  • Adanya fondasi bangunan lama

Dokumen Usulan Teknis

Dokumen usulan teknis adalah dokumen yang sangat penting yang harus dipersiapkan oleh calon penyedia jasa konsultasi. Berdasarkan dokumen ini kemampuan atau kompetensi calon penyedia jasa konsultasi akan dievaluasi dan dinilai. Dan hasilnya akan menjadi tolok ukur utama penilaian. Oleh karena itu usulan teknis harus disusun secara cermat dan akurat berdasarkan dan mengacu kepada dokumen permintaan usulan utama terhadap KAK.

KAK (Kerangka Acuan Kerja)

Kerangka acuan kerja adalah rumusan tujuan dan lingkup kerja konsultasi dalam bentuk yang bersifat garis besar. Meskipun dalam bentuk garis besar, kerangka acuan kerja hendaknya dibuat cukup jelas, memberikan keterangan mengenai tujuan dan lingkup kegiatan konsultasi kepada para peserta lelang, serta hasil-hasil yang diharapkan darinya, sehingga para peserta lelang dapat mempersiapkan proposal dengan sebaik-baiknya. Dalam menyusun kerangka acuan kerja, diperlukan suatu persiapan yang matang agar dapat menuangkan dalam kalimat terpilih, konsisten, dan lengkap sehingga memperkecil peluang penafsiran yang berbeda. Kerangka acuan kerja akan digunakan sebagai dasar suatu ikatan kerja antara pemilik proyek dengan konsultan pemenang.

214

Proyek Konstruksi

Proyek adalah suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu dengan alokasi sumber daya terbatas, untuk melaksanakan suatu tugas yang telah digariskan.

215

Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi pada umumnya dipahami sebagai sirkulasi air secara terus menerus dari bumi ke atmosfir dan kembali ke bumi melalui evaporasi, transpirasi, presipitasi dan kondensasi.

216

Breakwater (Pemecah Gelombang Lepas Lantai)

Sebenarnya breakwater atau pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pemecah gelombang sambung pantai dan lepas pantai. Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan, sedangkan tipe kedua untuk perlindungan pantai terhadap erosi. Secara umum kondisi perencanaan kedua tipe adalah sama, hanya pada tipe pertama perlu ditinjau karakteristik gelombang di beberapa lokasi di sepanjang pemecah gelombang, seperti halnya pada perencanaan groin dan jetty. Penjelasan lebih rinci mengenai pemecah gelombang sambung pantai lebih cenderung berkaitan dengan palabuhan dan bukan dengan perlindungan pantai terhadap erosi. Selanjutnya dalam tinjauan lebih difokuskan pada pemecah gelombang lepas pantai.