Tips Menambal Atap Asbes yang Bocor

Jika atap rumah anda terbuat dari asbes dan mengalami kebocoran, tidak perlu kawatir, anda bisa mengikuti beberapa trik berikut ini agar atap asbes rumah anda tidak bocor lagi. Ada dua cara yang bisa anda pilih, menyesuaikan dengan bahan apa yang mudah didapat, yaitu :

Cara Pertama (Menggunakan Plinkote):

  1. Pertama sekali, bersihkanlah sekitar lokasi retak atau bocor dari debu dan kotoran.
  2. Kemudian oleskan plinkote (dempul bodi mobil) pada area yang bocor. Buat olesan plinkote ini agak melebar sekitar 3 cm ke samping.
  3. Lalu lapisi dengan kain perca. Lakukan saat plinkote masih basah.
  4. Lalu pulas lagi dengan plinkote hingga tertutup rapat dan cukup tebal.
  5. Biarkan hingga atap asbes anda kering.

Sifat-sifat Mekanis Bahan

Berikut ini beberapa sifat mekanis yang dapat menjelaskan bagaimana bahan merespon beban yang bekerja dan deformasi yang terjadi. Sifat-sifat tersebut adalah :

1. Stiffness (kekakuan) 

Sifat bahan yang mampu renggang pada tegangan tinggi tanpa diikuti regangan yang besar. Ini merupakan ketahanan terhadap deformasi. Kekakuan bahan merupakan fungsi dari Modulus elastisitas E. Sebuah material yang mempunyai nilai E tinggi seperti baja, E = 207.000 Mpa, akan berdeformasi lebih kecil terhadap beban (sehingga kekuatannya lebih tinggi) daripada material dengan nilai E lebih rendah, misalnya kayu dengan E = 7000 Mpa atau kurang.

Ukuran cincin

Flow Table Test

Untuk memudahkan pengerjaan pemasangan bata merah sebagai bahan bangunan maka diperlukan campuran yang ideal (tidak terlalu encer maupun terlalu kering). Hal tersebut dimaksudkan supaya dalam pengerjaan nantinya tidak sulit dengan kekuatan tekan yang optimal dengan faktor air semen tertentu.Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk mengetahui berapa % penyebaran mortar yang akan digunakan supaya tercapai kondisi yang ideal.

Benda uji yang digunakan adalah mortar yang digunakan untuk pengujian kuat tekan bata. Sedangkan peralatan yang digunakan antara lain :

Alat Uji Agregate Impact Test

Agregate Impact Test

Tujuan pemeriksaan agregate impact test adalah untuk mengetahui kekuatan agregat terhadap beban kejut. Benda uji yang digunakan dalam pengujian adalah agregat yang lolos saringan no 3/8 “ dan tertahan no.4 sebanyak 300 gram

Peralatan yang digunakan antara lain :

Pengukuran Benda Uji

Pemeriksaan Uji Kuat Tekan Bata dan Mortar

Bata merah adalah material bangunan yang dibuat dari tanah dengan atau tanpa bahan campuran lainnya yang dibakar pada suhu yang cukup tinggi sehingga tidak hancur lagi bila direndam dalam air. Tujuan dari uji kuat tekan bata dan mortar adalah untuk mengetahui kelas kuat tekan dan koefisien variasi bata merah. Benda uji yang digunakan adalah bata merah + mortar. Alat yang digunakan untuk pengujian antara lain :

  1. Cetok
  2. Cangkul
  3. Ember air
  4. Gergaji
Data Hasil Pengujian dan Perhitungan

Pemeriksaan Penurunan Berat Aspal

Pemeriksaan penurunan berat aspal bertujuan untuk mengetahui kehilangan minyak pada aspal akibat pemanasan berulang dan untuk mengukur perubahan kinerja aspal akibat kehilangan berat. Untuk mengevaluasi hanya pada beberapa karakteristik aspal, seperti kehilangan berat dan penetrasi, daktilitas dan titik lembek setelah kehilangan berat, dimana cara tersebut dinamakan Thin Film Over Test (TFOT).

Besarnya nilai penurunan berat, selisih nilai penetrasi sebelum dan sesudah pemanasan menunjukan bahwa aspal tersebut peka terhadap cuaca dan suhu.

Jumlah dan Berat Bola Baja

Pengujian Keausan Kerikil Dengan Mesin Los Angeles

Pengujian keausan kerikil dengan mesin los angeles dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketahanan aus kerikil atau batu pecah dengan menggunakan alat mesin Los Angeles. Pengujian ketahanan aus kerikil dengan cara ini memberikan gambaran yang berhubungan dengan kekerasan dan kekuatan kerikil, serta kemungkinan terjadinya pecah butir-butir kerikil selama penumpukan, pemindahan maupun selama pengangkutan. Kekerasan kerikil berhubungan pula dengan kekuatan beton yang dibuat. Nilai yang diperoleh dari hasil pengujian ketahanan aus ini berupa prosentase antara berat bagian yang halus (lewat lubang ayakan 2 mm) setelah pengujian dan berat semula sebelum pengujian. Makin banyak yang aus maka makin kurang tahan keausannya. Pada umumnya kerikil disyaratkan bagian yang aus atau hancur tidak lebih dari 10% setelah diputar 10 kali, dan tidak boleh lebih dari 40% setelah diputar 100 kali.

Pengujian Titik Lembek Aspal

Pengujian titik lembek aspal dimaksudkan untuk menentukan titik lembek aspal dan ter yang berkisar antar 30o C sampai dengan 200o C.

Titik lembek adalah suhu pada saat bola baja, dengan berat tertentu, mendesak turun suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan dalam cincin berukuran tertentu, sehingga aspal atau ter tersebut menyentuh plat dasar yang terletak dibawah cincin pada tinggi tertentu, akibat pemanasan tertentu.

Data Campuran Beton

Pengujian Bleeding

Keenceran suatu campuran (adukan) beton sangat mempengaruhi mudah dan sulitnya pengerjaan di lapangan. Apabila campuran tersebut terlalu encer, pengerjaannya semakin mudah namun kekuatan beton yang dihasilkan rendah, begitu juga sebaliknya.

Tujuan dari pengujian ini untuk mengetahui tingkat keenceran suatu campuran beton. Benda uji yang harus disiapkan berupa campuran beton segar yang dipakai dalam pembuatan silinder beton dan pengujian slam. Alat yang digunakan adalah pipet tetes dan tabung ukur 10 ml.

Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen

Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen (Pd T-05-2004-B) prosedur pelaksanaan perkerasan beton mencakup persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan pembetonan, pembetonan, pengendalian mutu dan pembukaan untuk lalu-lintas.

Hal utama yang harus dilakukan dalam pengawasan selama pelaksanaan perkerasan beton semen adalah sebagai berikut :