Titik Lembek Aspal dan Ter

Titik Lembek Aspal dan Ter

Aspal merupakan material termoplastik yang secara bertahap dapat mencair sesuai dengan pertambahan suhu, hal sebaliknya juga berlaku jika terjadi pengurangan suhu. Namun demikian, respon aspal terhadap perubahan suhu sangat bergantung pada komposisi unsur-unsur pembentuk aspal itu sendiri. Pelembekan (softening) bahan-bahan aspal dan ter tidak terjadi dengan sekejap pada suhu tertentu, tapi lebih merupakan perubahan gradual seiring pertambahan suhu. Titik lembek juga menjadi suatu batasan dalam penggolongan aspal dan ter. Titik lembek merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dalam membangun kontruksi jalan. Titik lembek seharusnya lebih tinggi daripada suhu permukaaan jalan.

Pengujian Penetrasi Bahan Bitumen

Pengujian penetrasi bahan bitumen bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan aspal yang dinyatakan dalam masuknya jarum dengan beban tertentu pada suatu selang waktu tertentu dalam suhu kamar. Tingkat kekerasan ini disebut sebagai angka penetrasi dan dijadikan acuan untuk klasifikasi aspal.

Bahan bitumen adalah material termoplastik yang secara bertahap mencair, sesuai dengan pertambahan suhu dan berlaku sebaliknya dengan pengurangan suhu. Meskipun demikian, perilaku dari material bahan bitumen berbeda-beda tergantung dari komposisi unsur-unsur penyusunnya.

Langkah langkah pengujian

Pengujian Daktilitas Bahan Bitumen

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kekenyalan aspal. Kekenyalan aspal dapat dinyatakan dengan panjang pemuluran aspal yang dapat tercapai hingga sebelum putus. Nilai daktilitas tidak dapat  menyatakan kekuatan tarik aspal.

Sifat reologis daktilitas digunakan untuk mengetahui ketahanan aspal terhadap retak dalam penggunaanya sebagai lapisan perkerasan. Aspal yang memiliki daktilitas yang rendah akan mengalami retak-retak dalam penggunaannya karena lapisan perkerasan mengalami perubahan suhu agak tinggi. Oleh sebab itu aspal perlu memiliki daktilitas yang cukup tinggi.

Abu Sekam sebagai Bahan Aditif pada Beton

Pemanfaatan Abu Sekam Sebagai Bahan Aditif Pada Beton

Beton merupakan campuran agregat kasar, agregat halus, semen dan air. Beton banyak digunakan dalam berbagai bidang konstruksi  misalnya gedung, jalan, waduk dan bendungan. Karena begitu luas peranan beton dalam bidang konstruksi, maka banyak pihak yang mencari beton berkualitas tinggi agar menghasilkan sebuah infrastruktur yang baik. Kualitas tinggi yang dimaksud pada campuran beton adalah yang memiliki kekuatan tekan, durabilitas dan workabilitasyang tinggi serta dengan harga yang seekonomis mungkin. Kekuatan, keawetan dan sifat beton tergantung pada bahan-bahan dasarnya (agregat kasar, agregat halus, semen dan air) yakni nilai perbandingan komposisinya, cara pengadukan maupun cara pengerjaan selama penuangan adukan beton, cara pemadatan dan cara perawatan (curing) selama proses pengerjaan.

Jenis Pasangan Dinding Bata

Jenis Sambungan Pada Dinding Bata

Batu bata telah lama dikenal dan digunakan sebagai bahan pengisi dinding. Sebelum ditemukannya sistem struktur rangka, yang mengandalkan kekuatan balok dan kolom sebagai penopang kekuatan struktur, batu bata sering digunakan sebagai struktur dinding pendukung. Dalam hal ini, karena kekuatan struktur dinding pendukung bertumpu pada penampang dinding bata, maka batu bata disusun secara melintang dengan panjang batu bata pada lebar dinding agar memiliki penampang yang memadai. Sistem penyusunan ini disebut dengan dinding satu bata. Sedangkan teknik penyusunan batu bata yang banyak kita kenal saat ini disebut dengan dinding setengah bata. Hal tersebut dimungkinkan karena batu bata pada saat ini hanya sebagai material pengisi dinding. Batu bata cukup sering digunakan karena kemampuannya dalam menahan beban cukup baik, dapat menahan panas dan suara dan mudah untuk difinishing seperti dengan cat maupun wallpaper. Namun batu bata membutuhkan waktu pemasangan yang cukup lama dan teknik pemasangan yang tidak mudah.

Bahan Campuran Beton

Cara Pengadukan Beton

Mungkin sebagian besar tukang atau pelaksana bangunan selalu melakukan hal ini yaitu membuat campuran beton atau mengaduk campuran beton. Namun tidak ada salahnya kita menyimak uraian berikut ini. Dalam pembuatan campuran beton, harus dilakukan dengan benar. Karena jika salah dalam cara mengaduk bahan dasar beton, maka akan mengurangi kekuatan beton itu sendiri. Dalam uraian kali ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat adukan beton agar sesuai dengan mutu beton yang diinginkan.

Hasil Pengujian

Pengujian Kuat Lentur Kayu

Suatu balok kayu pada sebuah struktur pada umumnya menahan beban/gaya lentur. Untuk mengetahui kekuatan terhadap momen lentur maka perlu dilakukan pengujian. Sehingga bisa diketahui berapa tegangan lentur maksimum dari kayu yang akan digunakan untuk struktur.

Untuk melakukan pengujian ini diperlukan balok dengan ukuran penampang sekitar 25 mm x 25 mm atau bisa juga dengan ukuran penampang 70 mm x 70 mm dengan panjang sekitar 600 mm. Sedangkan alat yang digunakan adalah mesin uji lentur balok dan kaliper.

Diameter Terukur

Pengujian Tarik Baja

Semua bahan padat akan berubah bentuk apabila diberi beban. Perubahan bentuk tergantung pada besar beban, unsur kimia maupun kondisi beban, bentuk benda uji, suhu, kecepatan pembebanan, dan sebagainya. Suatu kurva yang menghubungkan antara beban dan perubahan bentuk pada benda uji (deformasi) merupakan bagian utama dari studi tentang sifat mekanika dari bahan benda uji itu. Akan tetapi, biasanya pengujian itu agak berbeda bila bentuk geometrinya berbeda, walaupun bahannya sama. Oleh karena itu bentuk benda uji dibuatkan suatu standard yang sedemikian rupa sehingga kurva tegangan-tegangan diperoleh juga merupakan standard pula.

Data Hasil Pengujian

Pengujian Daya Ikat Semen Dengan Alat Uji Vikat

Daya ikat semen sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam sebuah adukan mortar maupun beton, karena adukan atau campuran yang dibuat harus sesegera mungkin dipakai supaya tidak lekas kering. Oleh karena itu penting sekali kita mengetahui berapa lama waktu pengikatan semen yang akan terjadi nantinya.

Pemeriksaan Berat Jenis Pasir

Pemeriksaan berat jenis dan SSD pasir merupakan hal yang penting untuk mengetahui pasir tersebut telah memenuhi syarat atau belum untuk bahan campuran adukan beton.

Tujuan dilakukan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui cara memeriksa berat jenis maupun SSD pasir. Benda uji yang digunakan adalah pasir kering tungku. Sedangkan alat yang digunakan yaitu :