Penyebab Kerusakan Bendung dan Cara Mengatasinya

Bangunan bendung atau bangunan pengelak adalah bangunan utama yang benar-benar dibangun didalam air. Bangunan bendung diperlukan untuk memungkinkan dibelokannya air sungai ke jaringan irigasi dengan cara menaikkan muka air sungai atau dengan memperlebar pengambilan didasar sungai seperti pada tipe bendungan saringan sawah (bottom rock weir).

Ada beberapa hal yang dapat merusak struktur bendung antara lain :

Teknik Irigasi

Ilmu Pengairan atau Teknik Irigasi adalah suatu cabang dari pengetahuan Teknik Sipil yang khusus mempelajari tentang pengairan atau teknik penguasaan air. Dalam arti umum pengairan adalah suatu usaha untuk mengatur air yang mencakup bidang irigasi, drainasi, reklamasi, pengaturan banjir dan pengendalian banjir.

Sedangkan dalam arti khusus pengairan adalah suatu usaha untuk mengatur dan memanfatkan air yang tersedia baik di sungai ataupun di sumber lain, dengan menggunakan jaringan-jaringan irigasi untuk kepentingan pengairan pertanian.

Biopori

Sistem Drainase

Drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Dalam bahasa Indonesia, drainase bisa merujuk pada parit di permukaan tanah ataugorong-gorong di bawah tanah. Drainase berperan penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir. (wikipedia)

Terdapat 2 jenis sistem drainase yaitu sistem drainase konvensional dan sistem drainase ramah lingkungan (eko-drainase). Perbedaan kedua sistem drainase ini adalah sebagai berikut :

Isu dan Permasalahan Sumber Daya Air di Indonesia

Ada 4 pokok permasalahan sumber daya air di Indonesia yaitu ketahanan pangan, penyediaan air baku untuk rumah tangga, konservasi sumber daya air, dan permasalahan banjir. Berikut adalah penjelasan keempat poin tersebut :

1. KETAHANAN PANGAN

  • — Indonesia masih menjadi negara pengimport beras.
  • — Alih fungsi lahan beririgasi teknis rata-rata 40.000 ha per tahun, bahkan dalam periode 2001 s/d 2003 tercatat 610.590 ha.
  • — Yang terjamin melalui waduk hanya 80.000 ha, selebihnya sangat rentan terhadap kekeringan dan banjir.
  • — Kegagalan panen akibat kekeringan dan banjir di Indonesia, rata-rata 90 ha per tahun.

Perencanaan Pemeliharaan Sungai

Sungai adalah salah satu sumber air yang paling pokok, kapasitas tampung semakin menyusut. Air makin hari makin dibutuhkan oleh masyarakat, kuantitas dan kualitas. Air dirasakan makin sulit didapat, meskipun secara global jumlah air relatif sama. Upaya pengendalian dan perlindungan sungai sudah dimulai cukup lama dilakukan, namun belum seimbang dengan kebutuhannya.

Hubungan OP dan Rehabilitasi

Pengolahan Jaringan Irigasi dan Permasalahannya

Pengolahan jaringan irigasi muncul sebagai akibat dari beberapa hal antara lain
  • Pesatnya perkembangan penduduk dan industri (terutama di Jawa).
  • Keseimbangan antara pengendalian dan pemanfaatan air menjadi terganggu.
  • Ketersediaan air menurun, kebutuhan naik.
  • Gangguan pada catchment area.
  • Meningkatnya erosi (kandungan lumpur di sungai). Terjadi pendangkalan sehingga intake terganggu
  • Peningkatan usaha intensifikasi pertanian dan diversifikasi tanaman.
  • Adanya dukungan penyedia air sesuai WARUNG JAMU (Waktu Ruang Jumlah dan Mutu)

Inti Sari UU No. 7 Tahun 2004 Tentang SDA (5 Pilar RSDA)

A. KONSERVASI

Tujuan : Menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung dan fungsi.

1. Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air

Tujuan : Melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan  oleh alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Kegiatan :

Tipe Embung

Memanen Air Hujan Dengan Membangun Embung atau Waduk Kecil

Memanen air hujan atau dikenal dengan Rainwater Harvesting merupakan upaya pemanfaatan air hujan yang telah lama digunakan oleh nenek moyang, karena distribusi ketersediaan air yang tidak merata baik sebagai fungsi ruang maupun waktu.

Air hujan memiliki kualitas yang cukup baik, dengan pH netral, bebas dari polutan, kadar garam, mineral dan bahan-bahan polutan lain.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari Memanen Air Hujan adalah diantaranya

  • Air diperoleh secara bebas, tanpa membayar (gratis), biaya yang dikeluarkan hanya untuk pengumpulan dan pemanfaatan.
  • Pengguna air biasanya dekat dengan lokasi pemanen, sehingga dapat mengurangi kompleksitas (biaya, maupun sistem) distribusi air.
  • Pemanfaatan air hujan dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan air tanah.
  • Memanen air hujan dapat mengurangi biaya penggunaan air, misal pelanggan PDAM
Bangunan Bendung

Bagian-bagian Bangunan Irigasi

Perkembangan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan area pertanahan semakin menyempit. Akibatnya saat musim penghujan datang, kemampuan tanah dalam menyerap air menjadi semakin berkurang, kemudian menyebabkan air meluap dan banjir terutama di kota-kota besar. Maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur proses hidrologi agar menjadi kembali seimbang.

Concrete Dam

Proyek Bendungan Tibu Kuning

Bendungan atau dam adalah suatu tembok penahan air yang dibentuk dari berbagai batuan dan tanah. Air yang dibendung akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat antara lain dijadikan pembangkit tenaga listrik (PLTA), penyediaan air bersih, tempat rekreasi, pengendali banjir, dan sebagainya. Sejak tahun 1900 sampai dengan sekarang Indonesia memiliki lebih dari 100 buah bendungan mulai dari tipe waduk lapangan hingga bendungan besar baik yang dikelola oleh pemerintah maupun instansi swasta.