Jenis-jenis Bendung

Bangunan air ini dengan kelengkapannya dibangun melintang sungai atau sudetan, dan sengaja dibuat untuk meninggikan muka air dengan ambang tetap sehingga air sungai dapat disadap dan dialirkan secara gravitasi ke jaringan irigasi. Kelebihan airnya dilimpahkan ke hilir dengan terjunan yang dilengkapi dengan kolam olak dengan maksud untuk meredam energi.

Konstruksi Bendung 1

Konstruksi Bendung

Bendung adalah suatu bangunan air dengan kelengkapan yang dibangun melintang sungai atau sudetan yang sengaja dibuat untuk meninggikan taraf muka air atau untuk mendapatkan tinggi terjun.

Sistem Jaringan Irigasi

Empat unsur fungsional pokok :

  1. Bangunan-bangunan Utama (Head Works) → air diambil dari sumbernya (sungai atau waduk)
  2. Jaringan pembawa → Saluran yang mengalirkan ke petak-petak tersier.
  3. Petak-petak tersier dengan sistem pembagian air dan sistem pembuangan kolektif, air irigasi → sawah
  4. Sistem pembuangan
125

Gelombang Laut

Gelombang laut adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin, gaya tarik menarik bumi – bulan – matahari, gempa di dasar laut, maupun pergerakan kapal. Angin di atas lautan memindahkan tenaganya ke permukaan perairan, menyebabkan riak-riak, alunan/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang atau ombak.

116

Dermaga

Dermaga adalah tempat kapal ditambatkan di pelabuhan sebagai tempat kegiatan bongkar muat barang dan orang dari dan ke atas kapal dan bisa juga sebagai tempat pengisian bahan bakar untuk kapal, air minum, air bersih, saluran untuk air kotor/limbah yang akan diproses lebih lanjut di pelabuhan.

Jenis dan Perencanaan Pelabuhan

Pelabuhan (port) adalah daerah perairan yang terlindung terhadap gelombang. Yang dilengkapi dengan fasilitas terminal laut meliputi dermaga (tempat kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang), Crane, Gudang laut (transito),dan gudang. Jenis pelabuhan

1111

Analisis Kebutuhan Air Irigasi

Analisis kebutuhan air irigasi merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistern irigasi. Kebutuhan air tanaman didefinisikan sebagai jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman pada suatu periode untuk dapat tumbuh dan produksi secara normal. Kebutuhan air nyata untuk areal usaha pertanian meliputi evapotranspirasi (ET), sejumlah air yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara khusus seperti penyiapan lahan dan penggantian air, serta kehilangan selama pemakaian. Sehingga kebutuhan air dapat dirumuskan sebagai berikut (Sudjarwadi 1990) :

Bangunan Pengambilan dan Pembilas

Bangunan Pengambilan

Bangunan pengambilan adalah sebuah bangunan yang berupa pintu air. Air irigasi dibelokan dari sungai melalui bangunan tersebut. Pertimbangan yang digunakan dalam merencanakan adalah debit rencana dan pengelakan sedimen.

Bangunan Kantong Lumpur

Kantong Lumpur / saluran penangkap pasir merupakan perbesaran dari potongan melintang saluran sampai panjang tertentu untuk mengurangi kecepatan aliran sehingga memungkinkan partikel-partikel / sedimen untuk mengendap.

Bangunan Bagi Sadap

Bangunan Bagi

Bangunan bagi dibuat apabila air irigasi dibagi dari saluran primer ke saluran sekunder. Bangunan bagi terdiri dari pintu-pintu yang dengan teliti mengukur dan mengatur air yang mengalir ke berbagai saluran.