Jenis-jenis CBR

Jenis – Jenis CBR :

Berdasakan cara mendapatkan contoh tanahnya, CBR dapat dibagi menjadi :

1. CBR Lapangan (CBR inplace atau field Inplace)

Digunakan untuk memperoleh nilai CBR asli di Lapangan sesuai dengan kondisi tanah pada saat itu. Umum digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan yang lapisan tanah dasarnya tidak akan dipadatkan lagi. Pemeriksaan ini dilakukan dala kondisi kadar air tanah tinggi (musim penghujan), atau dalam kondisi terbuuk yang mungkin terjadi. Juga digunakan apakah kepadatan yang diperoleh dengan sesuai dengan yang kita inginkan

Alat Uji Agregate Impact Test

Agregate Impact Test

Tujuan pemeriksaan agregate impact test adalah untuk mengetahui kekuatan agregat terhadap beban kejut. Benda uji yang digunakan dalam pengujian adalah agregat yang lolos saringan no 3/8 “ dan tertahan no.4 sebanyak 300 gram

Peralatan yang digunakan antara lain :

Data Hasil Pengujian dan Perhitungan

Pemeriksaan Penurunan Berat Aspal

Pemeriksaan penurunan berat aspal bertujuan untuk mengetahui kehilangan minyak pada aspal akibat pemanasan berulang dan untuk mengukur perubahan kinerja aspal akibat kehilangan berat. Untuk mengevaluasi hanya pada beberapa karakteristik aspal, seperti kehilangan berat dan penetrasi, daktilitas dan titik lembek setelah kehilangan berat, dimana cara tersebut dinamakan Thin Film Over Test (TFOT).

Besarnya nilai penurunan berat, selisih nilai penetrasi sebelum dan sesudah pemanasan menunjukan bahwa aspal tersebut peka terhadap cuaca dan suhu.

Jumlah dan Berat Bola Baja

Pengujian Keausan Kerikil Dengan Mesin Los Angeles

Pengujian keausan kerikil dengan mesin los angeles dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketahanan aus kerikil atau batu pecah dengan menggunakan alat mesin Los Angeles. Pengujian ketahanan aus kerikil dengan cara ini memberikan gambaran yang berhubungan dengan kekerasan dan kekuatan kerikil, serta kemungkinan terjadinya pecah butir-butir kerikil selama penumpukan, pemindahan maupun selama pengangkutan. Kekerasan kerikil berhubungan pula dengan kekuatan beton yang dibuat. Nilai yang diperoleh dari hasil pengujian ketahanan aus ini berupa prosentase antara berat bagian yang halus (lewat lubang ayakan 2 mm) setelah pengujian dan berat semula sebelum pengujian. Makin banyak yang aus maka makin kurang tahan keausannya. Pada umumnya kerikil disyaratkan bagian yang aus atau hancur tidak lebih dari 10% setelah diputar 10 kali, dan tidak boleh lebih dari 40% setelah diputar 100 kali.

Pengujian Titik Lembek Aspal

Pengujian titik lembek aspal dimaksudkan untuk menentukan titik lembek aspal dan ter yang berkisar antar 30o C sampai dengan 200o C.

Titik lembek adalah suhu pada saat bola baja, dengan berat tertentu, mendesak turun suatu lapisan aspal atau ter yang tertahan dalam cincin berukuran tertentu, sehingga aspal atau ter tersebut menyentuh plat dasar yang terletak dibawah cincin pada tinggi tertentu, akibat pemanasan tertentu.

Alat Untuk Pengujian Core Drill

Core Drill

Tujuan dari pengujian core drill yaitu untuk menentukan/mengambil sample perkerasan di lapangan sehingga bisa diketahui tebal perkerasannya serta untuk mengetahui karakteristik campuran perkerasan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui secara tepat susunan struktur dari suatu konstruksi jalan, jenis perkerasan, persentase susunan dan untuk memeriksa perubahan dari struktur jalan.

Peralatan yang digunakan antara lain :

  1. Mesin Core Drill
  2. Pompa Air
  3. Alat untuk menutup lubang bekas pengeboran.
Skid Resistance Tester

Skid Resistance Tester

Skid resistance tester adalah pengujian yang bertujuan untuk menguji tingkat kekesatan yang diberikan oleh beban terhadap perkerasan. Alat yang digunakan yaitu Skid Resistance Tester.

Skid Resistance Tester
Skid Resistance Tester
Mini Texture Meter

Mini Texture Meter

Pengujian Mini Texture Meter untuk menguji tingkat kerataan permukaan perkerasan jalan. Alat yang digunakan yaitu Mini Texture Meter

Mini Texture Meter
Mini Texture Meter

Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen

Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan Beton Semen (Pd T-05-2004-B) prosedur pelaksanaan perkerasan beton mencakup persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis pondasi, penyiapan pembetonan, pembetonan, pengendalian mutu dan pembukaan untuk lalu-lintas.

Hal utama yang harus dilakukan dalam pengawasan selama pelaksanaan perkerasan beton semen adalah sebagai berikut :

Jenis Dan Struktur Perkerasan Jalan

Jenis Dan Struktur Perkerasan Jalan

Pada umumnya, perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas, sebagai berikut :

  • Lapisan tanah dasar (sub grade)
  • Lapisan pondasi bawah (subbase course)
  • Lapisan pondasi atas (base course)
  • Lapisan permukaan / penutup (surface course)