Biopori

Sistem Drainase

Drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Dalam bahasa Indonesia, drainase bisa merujuk pada parit di permukaan tanah ataugorong-gorong di bawah tanah. Drainase berperan penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir. (wikipedia)

Terdapat 2 jenis sistem drainase yaitu sistem drainase konvensional dan sistem drainase ramah lingkungan (eko-drainase). Perbedaan kedua sistem drainase ini adalah sebagai berikut :

Isu dan Permasalahan Sumber Daya Air di Indonesia

Ada 4 pokok permasalahan sumber daya air di Indonesia yaitu ketahanan pangan, penyediaan air baku untuk rumah tangga, konservasi sumber daya air, dan permasalahan banjir. Berikut adalah penjelasan keempat poin tersebut :

1. KETAHANAN PANGAN

  • — Indonesia masih menjadi negara pengimport beras.
  • — Alih fungsi lahan beririgasi teknis rata-rata 40.000 ha per tahun, bahkan dalam periode 2001 s/d 2003 tercatat 610.590 ha.
  • — Yang terjamin melalui waduk hanya 80.000 ha, selebihnya sangat rentan terhadap kekeringan dan banjir.
  • — Kegagalan panen akibat kekeringan dan banjir di Indonesia, rata-rata 90 ha per tahun.

Perencanaan Pemeliharaan Sungai

Sungai adalah salah satu sumber air yang paling pokok, kapasitas tampung semakin menyusut. Air makin hari makin dibutuhkan oleh masyarakat, kuantitas dan kualitas. Air dirasakan makin sulit didapat, meskipun secara global jumlah air relatif sama. Upaya pengendalian dan perlindungan sungai sudah dimulai cukup lama dilakukan, namun belum seimbang dengan kebutuhannya.

Hubungan OP dan Rehabilitasi

Pengolahan Jaringan Irigasi dan Permasalahannya

Pengolahan jaringan irigasi muncul sebagai akibat dari beberapa hal antara lain
  • Pesatnya perkembangan penduduk dan industri (terutama di Jawa).
  • Keseimbangan antara pengendalian dan pemanfaatan air menjadi terganggu.
  • Ketersediaan air menurun, kebutuhan naik.
  • Gangguan pada catchment area.
  • Meningkatnya erosi (kandungan lumpur di sungai). Terjadi pendangkalan sehingga intake terganggu
  • Peningkatan usaha intensifikasi pertanian dan diversifikasi tanaman.
  • Adanya dukungan penyedia air sesuai WARUNG JAMU (Waktu Ruang Jumlah dan Mutu)

Inti Sari UU No. 7 Tahun 2004 Tentang SDA (5 Pilar RSDA)

A. KONSERVASI

Tujuan : Menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung dan fungsi.

1. Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air

Tujuan : Melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan  oleh alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Kegiatan :

Tipe Embung

Memanen Air Hujan Dengan Membangun Embung atau Waduk Kecil

Memanen air hujan atau dikenal dengan Rainwater Harvesting merupakan upaya pemanfaatan air hujan yang telah lama digunakan oleh nenek moyang, karena distribusi ketersediaan air yang tidak merata baik sebagai fungsi ruang maupun waktu.

Air hujan memiliki kualitas yang cukup baik, dengan pH netral, bebas dari polutan, kadar garam, mineral dan bahan-bahan polutan lain.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari Memanen Air Hujan adalah diantaranya

  • Air diperoleh secara bebas, tanpa membayar (gratis), biaya yang dikeluarkan hanya untuk pengumpulan dan pemanfaatan.
  • Pengguna air biasanya dekat dengan lokasi pemanen, sehingga dapat mengurangi kompleksitas (biaya, maupun sistem) distribusi air.
  • Pemanfaatan air hujan dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan air tanah.
  • Memanen air hujan dapat mengurangi biaya penggunaan air, misal pelanggan PDAM

Pemeliharaan Sungai

Sungai adalah salah satu sumber air yang paling pokok diantara berbagai sumber air lain yang terdapat pada permukaan tanah. Pada tingkat tertentu, kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh sungai secara alamiah, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pada kondisi ini kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa mengganggu kelestarian sumber airnya.

11

Bangunan Peresap Sebagai Sarana Drainase Berwawasan Lingkungan

Peresap adalah proses penambahan air kedalam lapisan air tanah dari sebagian air hujan, yang dapat menaikan muka air tanah. Bangunan peresap adalah sarana untuk menampung dan meresapkan air hujan atau air permukaan kedalam tanah. Debit peresap rencana adalah jumlah air yang harus diresapkan sebagai pengganti peresap alami dan diusahakan sama dengan jumlah daya resap bangunan peresap. Daya resap bangunan peresap adalah kapasitas resapan yang tergantung pada tingkat presenrasi efesiensi dari bangunan peresap.

Abrasi

Abrasi adalah fenomena alam yang selalu menjadi masalah di lingkungan pantai.Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi adalah dengan

59

Memanen Air Hujan Dengan Biopori

Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.