Sistem Transportasi Dalam Gedung Bertingkat

Posted on

Suatu bangunan yang besar dan tinggi memerlukan suatu alat transportasi (angkut) untuk memberikan suatu kenyamanan dalam berlalu lintas dalam bangunan. Bentuk alat transportasi tersebut adalah :

Link Banner

Vertikal , berupa elevator

Elevator atau biasa disebut dengan lift merupakan alat angkut untuk mengangkut orang atau barang dalam suatu bangunan yang tinggi. Lift dapat dipasang untuk bangunan yang tingginya lebih dari 4 lantai, karena kemampuan orang untuk naik turun dalam menjalankan tugasnya hanya mampu dilakukan sampai 4 lantai.

Lift menurut fungsinya dapat dibagi menjadi empat, yaitu :

  1. Lift penumpang, (passanger elevator) digunakan untuk mengangkut manusia
  2. Lift barang, (fright elevator) digunakan untuk menngangkut barang
  3. Lift uang/ makanan (dumb waiters)
  4. Lift pemadam kebakaran (biasanya berfungsi sekaligus sebagai lift barang)

Untuk menentukan kriteria perancangan lift penumpang yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Type dan fungsi dari bangunan
  2. Banyaknya lantai
  3. Luas tiap lantai
  4. Dan intervalnya

Sistem penggerak dalam elevator dibedakan dalam :

  1. Sistem gearless
    Yaitu mesin yang berada diatas, untuk perkantoran, hotel, apartemen, rumah sakit dan sebagainya (sekarang ada juga lift yang mesinnya disamping).
  2. Sistem hydrolic
    Yaitu mesin dibawah, hanya terbatas pada 3-4 lantai, biasanya digunakan untuk lift makanan dan uang. Sekarang system hydrolic juga dipakai untuk penumpang manusia contoh di Bandara Kuala Lumpur.

Rumah lift dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu :

  1. Lift pit
    Merupakan tempat pemberhentian akhir yang paling bawah, berupa buffer sangkar dan buffer beban penyeimbang. Karena letaknya yang paling bawah, harus dibuat dari dinding kedap air.
  2. Ruang luncur (hoistway)
    Tempat meluncurnya sangkar/kereta lift, terdapat pintu2 masuk ke kereta lift, tempat meluncurnya beban penyeimbang, meletakkan rel peluncur dan beban penyeimbang.
  3. Ruang mesin
    Tempat meletakkan mesin/ motor traksi lift, dan tempat control panel (yang mengatur jalannya kereta)

Bentuk dan macam lift tergantung pada fungsi dan kegunaan gedung

  1. Lift Penumpang (yang tertutup)
    Lift yang sering kita jumpai di kantor keempat sisinya tertutup dan disesuaikan dengan kebutuhan standart.
  2. Lift Penumpang (yang transparan)
    Lift yang salah satu atau semua sisi interiornya tembus pandang (kaca) biasanya disebut juga lift panorama. Dalam gedung (mall, pusat perbelanjaan) biasanya diletakkan di Hall
  3. Lift untuk Rumah Sakit
    Karena fungsinya untuk RS maka dimensi besarannya memanjang dengan 2 pintu pada sisinya. Ranjang pasien dapat terakomodasi dengan layak
  4. Lift untuk kebakaran (barang)
    Ruangannya tertutup, interior sederhana, digunakan jika terjadi kebakaran. Interiornya harus tahan kebakaran minimal 2 jam dengan ruang peluncurnya terbuat dari beton (dinding tahan api).

    Gambar Lift/ Elevator

Horizontal berupa konveyor

Konveyor merupakan suatu alat angkut untuk orang atau barang dalam arah yang mendatar/ horizontal. Dipasang dalam keadaan datar atau sudut kemiringan kurang dari 10 derajat.
Alat ini digunakan dalam jarak tertentu (gunanya untuk menghemat tenaga). Alat ini dipasang di bandara, terminal, pabrik.

Gambar Konveyor

Miring berupa escalator

Eskalator adalah suatu alat angkut yang lebih dititik beratkan pada pengangkutan orang dengan arah yang miring dari lantai bawah miring ke lantai atasnya. Standart kemiringan antara 30-35 derajat. Dengan kemiringan lebih dari 10 derajat sudah masuk kategori escalator.
Panjang escalator disesuaikan dengan kebutuhan, lebar untuk satu orang kurang lebih 60 cm, untuk 2 orang sekitar 100-120 cm. Mesin escalator terletak dibawah lantai. Karena terdiri dari segmen tiap anak tangga maka escalator dapat diset untuk bergerak maju atau mundur.

Gambar Escalator

2 thoughts on “Sistem Transportasi Dalam Gedung Bertingkat

  1. saya mahasiswa jurusan teknik arsitektur di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura..
    saya mendapat tugas tentang bangunan bertingkat tinggi kurang lebih 42 lantai. dari beberapa option yang diberikan dosen saya memilih bangunan rumah sakit. jadi bagaimana mnurut kakak? mohon sarannya. . . . ..

    1. tugasnya disuruh ngapain mbak dessy?disuruh menggambar desain?jurusan teknik arsiktektur lebih dalam ke arah desain bukan analisa struktur ya, sedangkan bangunan rumah sakit tidak begitu banyak menyoroti masalah desain gedung. Jika memungkinkan, akan lebih baik bangunan public seperti gedung pusat perbelanjaan, perkantoran, atau apartemen. Perlu diingat, dalam desain juga harus memperhatikan masalah struktur ya. karena biasanya antara arsitek dan enginner terkadang tidak sinkron. apa yang didesain oleh seorang arsitek terkadang kurang optimal atau kurang pas begitu. contoh sederhana, kolom dengan ukuran kecil biasanya lebih indah jika dibanding kolom dengan ukuran besar padahal belum tentu itu bisa dilaksanakan di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *